Bosch Tampilkan Inovasi dan Teknologi Mobilitas Modern

0
22

Untuk pertama kalinya, Bosch, selaku penyedia layanan dan teknologi otomotif global terkemuka, turut berpartisipasi dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Bosch ingin menghadirkan pengalaman mobilitas secara menyeluruh melalui solusi di bidang mobilitas yang terkoneksi, terotomatisasi, dan terelektrifikasi, termasuk solusi layanan aftermarket.

“Saat ini Bosch menginginkan kondisi lalu lintas yang bebas kecelakaan, bebas stres, dan jika memungkinkan, juga bebas emisi,” kata Andrew Powell, Managing Director Bosch Indonesia.

Foto 1-800x533

 

Sebagai pemasok dalam industri otomotif, Bosch percaya bahwa salah satu sumbangsih paling fundamental yang dapat diciptakan ialah menghasilkan kendaraan lebih aman, yang dilengkapi dengan sistem keamanan modern seperti Electronic Stability Program (ESP), yang juga dikenal sebagai Electronic Stability Control (ESC), dan diperagakan secara langsung pada simulator Bosch yang berada di GIIAS.

Di tahun 1995, Bosch menyempurnakan teknologi ABS dengan mengembangkan Electronic Stability Program (ESP) yang pertama di dunia. Dengan menggunakan sensor cerdas, ESP membandingkan 25 kali per detik, apakah gerakan setir pengemudi sesuai dengan arah kendaraan yang sebenarnya.

Saat sistem mendeteksi ketidaksesuaian dan mengidentifikasi kendaraan cenderung menjadi tidak stabil atau tergelincir, ESP melakukan intervensi dengan mengurangi torsi mesin untuk mengembalikan stabilitas.

images (2)

Bahkan jika diperlukan, rem ke setiap roda akan diaktifkan, seandainya sistem merasa kendaraan masih dalam kondisi beresiko tinggi.

Bosch mendukung mobilitas masa depan yang lebih nyaman, mudah, dan bebas kecelakaan. Salah satunya melalui teknologi Electric Power Steering System (EPS). Bosch menawarkan EPS untuk kendaraan berpenumpang dan komersial, guna memberikan solusi sempurna untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi energi.

Sistem kemudi listrik menawarkan potensi penghematan hingga 0,8 liter bahan bakar per 100 kilometer, sehingga memberikan teknologi dasar yang dibutuhkan untuk mewujudkan sejumlah sistem bantuan di mobil, pengemudian otomatis, dan kendaraan listrik.

images (3)

LEAVE A REPLY