Kawasaki W175: Serba Simpel, Namun Menyenangkan Dikendarai

0
4663

Beberapa hari lalu, PT Kawasaki Motor Indonesia meluncurkan jagoan terbarunya di event Kawasaki Bike Week 2017, yakni W175. Ya, Bromaxx pasti sudah paham jika Kawasaki memperkenalkan produk dari jajaran W-series maka tentu mengusung gaya klasik. Kawasaki W175 diciptakan sebagai kendaraan komuter penunjang aktivitas sehari-hari sekaligus untuk menyuguhkan pengalaman berkendara yang berbeda dengan motor yang saat ini di pasaran.

Salah satu keunikan Kawasaki W175 ini ialah karakter klasiknya. Unsur lawas tersebut tak hanya terlihat dari fisiknya saja, namun juga merambah hingga komponen mekanis yang digunakan motor ini. Beberapa tahun terakhir, dunia modifikasi kendaraan roda dua di Indonesia dimarakkan oleh gaya retro klasik era 1960an hingga 1970an. Tak sedikit pemilik motor tahun muda yang ‘rela’ memodifikasi tunggangannya untuk bergaya jadul.

IMG_20171129_131316-800x450

Hal tersebut seolah dicermati oleh PT Kawasaki Motor Indonesia, untuk segera merilis W175 ke pasar nasional. Motomaxx pun berkesempatan untuk merasakan langsung motor tersebut. Saat ini PT Kawasaki Motor Indonesia meniagakan W175 versi standar dan W175 SE. Perbedaan di antara keduanya lebih kepada tampilan fisik saja. Namun, Motomaxx memilih untuk menjajal W175 versi standar, karena versi ini kami anggap sebagai ‘kanvas kosong’ yang dapat mengakomodir selera pemiliknya nanti.

Gaya motor retro dihadirkan oleh Kawasaki W175 melalui desain tangki bahan bakar berbentuk ‘tear drop’ atau tetesan air. Jok yang minim kontur dan tanpa motif pun memperlihatkan gaya klasik era 1960an. Sepasang spion berbentuk bundar senada dengan desain lampu depan bundar yang memiliki ring berlapis chrome. Satu lagi desain tempo dulu yang diterapkan oleh Kawasaki pada W175 ini, yaitu bentuk knalpot yang bergaya ‘pea-shooter’.

IMG_20171129_131121-600x1067

Kalau sudah bergaya klasik, bagaimana dengan urusan mesin? Lagi-lagi, teknologi lawas masih dipercaya oleh Kawasaki. Bromaxx boleh lupakan sistem injeksi bahan bakar, karena W175 tetap menggunakan karburator sebagai sistem bahan bakarnya. Dalam hal ini, karburator Mikuni VM24 akan menyuplai bahan bakar untuk mesin satu silinder SOHC berkapasitas 177 cc.

Mesin Kawasaki W175 mampu menghasilkan tenaga sebesar 13 PS dan torsi 13,2 Nm. Karakter mesin motor ini memang halus, namun cukup untuk penggunaan sehari-hari. Saat melaju, pengendara harus mempercayakan indera pendengarannya, karena Kawasaki W175 tidak dilengkapi dengan indikator putaran mesin (tachometer). Bahkan, indikator penunjuk jumlah bahan bakar pun turut absen.

IMG_20171129_131450-600x1067

Untuk selalu mendapatkan performa yang ideal, silakan memilih gigi yang tepat dari transmisi 5-speed. Tapi Kawasaki W175 memang bukan diciptakan layaknya seperti motor sport. Tuas kopling terasa ringan saat dioperasikan, sehingga tidak membuat tangan kiri pengendara cepat lelah.

Bobotnya yang hanya 126 kg dan jarak sumbu roda 1.275 mm, membuat Kawasaki W175 ini cukup lincah untuk bermanuver, baik di jalanan padat maupun ketika melahap tikungan. Suspensi Kawasaki W175 juga tidak menggunakan komponen yang mutakhir, dengan sistem teleskopik berdiameter 30 mm di bagian depan dan sepasang sokbreker di bagian belakang. Motomaxx sempat menjajal dengan seorang rekan untuk duduk di belakang, dan bantingan suspensi pun tetap mumpuni.

IMG_20171129_131503-800x450

Untuk pengereman, sistem lawas tetap dipertahankan, yakni dengan rem cakram berdiameter 220 mm untuk roda depan dan rem teromol untuk roda belakang. Performa pengereman tergolong baik, tapi bagi pengendara yang terbiasa dengan rem belakang cakram, tentu harus menyesuaikan terlebih dahulu sebelum membesut motor ini di kecepatan tinggi.

Secara garis besar, PT Kawasaki Motor Indonesia sukses untuk menggoda para konsumen Indonesia yang mendambakan kendaraan roda dua bergaya retro-klasik untuk penggunaan harian. Terlebih dengan teknologi yang tergolong sederhana, Kawasaki W175 ini semakin mudah menjadi sorotan bagi mereka yang gemar memodifikasi motor bergaya klasik.

_20171129_195858-800x563

Sebagai pionir pada segmen baru kendaraan roda dua di Indonesia, Kawasaki W175 memang patut diperhitungkan. Malah terdengar kabar bahwa sejak peluncurannya, kini sudah ada 1500an unit Kawasaki W175 yang telah dipesan oleh konsumen. PT Kawasaki Motor Indonesia menjajakan W175 versi standar ini dengan banderol yang terjangkau, yakni Rp 29,8 juta. Sedangkan untuk versi SE, dipasarkan dengan harga Rp 30,8 juta. Bromaxx berminat?

LEAVE A REPLY