Review Ducati Monster 797: Monster Jinak yang menyenangkan!

0
2391

Ducati Monster merupakan salah satu sepeda motor legendaris keluaran pabrikan negeri Pizza Italia dengan sejarah yang kental. Dilahirkan sebagai sesosok sepeda motor naked sport, dari awal peluncurannya pada tahun 1993 motor ini sudah banyak menarik perhatian karena desainnya yang sangat cantik untuk ukuran tahun 90an dimana sepeda motor pabrikan lain masih menganut bentuk mengotak tetapi Ducati dengan berani menerapkan desain rounded dan flowing yang cantik pada motor ini.

Ducati Monster pun lahir dengan banyak versi mulai dari yang bermesin 600 cc hingga varian tertinggi yang bermesin 1100cc. Di tahun tahun sekarang versi yang dijual terdapat dari varian tertingginya Monster 1200, Monster 821 dan Monster 797 yang baru saja hadir di EICMA 2016 dan diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan 2017.

Berbicara tentang Monster 797, ia merupakan Ducati Monster yang menggantikan 696 sebagai Ducati Monster yang paling jinak. Dibekali dengan mesin yang sama dengan Ducati Scrambler 800, yaitu unit Testastretta 803cc dengan power sebesar 75 hp pada 8250 rpm dan torsi sebesar 68.9 nm pada 5750 rpm, motor ini diklaim Ducati memiliki tenaga yang kuat namun lebih mudah dikendalikan dibandingkan Ducati Monster sebelumnya.

Kami diberi kesempatan untuk merasakan seperti apa rasanya mengendarai Ducati Monster 797 ini sehari hari. Apakah memang enak untuk dipakai harian mengingat ia adalah keluarga Monster terjinak? Yuk simak terus Bromaxx!

D638DF9F-240A-447A-9BE5-B78E122149F8

Looks
Bukan motor Italia namanya jika tidak indah bentuknya. Tidak terkecuali dengan Monster 797 ini. Ia dibekali dengan cue design khas Monster dengan ciri khas tangki membulat yang lebar dengan stang baplang dan lampu bulat lebar ber DRL putih yang menggoda mata siapapun yang melihatnya. Unit yang kami tes yang berwarna Silk White ini memiliki rangka Trellis berwarna merah terang yang sangat serasi berpadu dengan bodi berwarna putih doff dan velg berwarna merah.

Ergonomics
Ergonomika motor ini jujur saja adalah yang paling baik dibandingkan Monster seri lainnya, posisi duduk yang tidak terlalu tinggi dengan setang tegak yang agak lebih mundur kebelakang membuatnya lebih mudah dikendalikan dari seri Monster lainnya yang biasanya memiliki posisi duduk lebih tinggi dan stang yang lebih maju.

Berkendara seharian pun tidak terasa pegal karena posisi berkendaranya yang mantap, ditambah lagi joknya empuk dan terbuat dari bahan pelapis anti slip yang menigkatkan kenyamanan pengendaranya.
Engine

Dipersenjatai dengan mesin Testastretta 803cc yang serupa dengan Ducati Scrambler. Motor ini suprisingly memiliki tenaga yang ganas namun sangat mudah untuk dikendalikan! Walaupun ia hanya memiliki ABS dan tidak memiliki traction control, kami tidak terlalu ngeri mengendarainya didalam kota karena karakter mesinnya yang halus dan tidak menyentak seperti kebanyakan Ducati pada umumnya.

Namun begitu jika kami mengurut gas sampai habis…. Well, ia tetaplah sebuah Ducati yang memiliki power ganas, tercatat kami mampu mencapai kecepatan 70 km/h dengan gigi 1 saja dan itupun diraih dalam sekali putaran gas saja. Edan!

0C393D74-BF76-4508-96EE-EC8EF9ACA2A0

Riding Impression
Jika Ducati mengklaim bahwa Monster 797 ini adalah untuk pemula yang ingin merasakan sebuah sensasi Ducati tentunya hal itu tidak berlebihan. Ketika kami membawa sang Monster Italia ini berkeliling kota Jakarta, kami tidak menemukan kesulitan berarti yang kerap terjadi ketika membawa motor besar macam Ducati Monster ini.

Melakukan manuver selap selip dengan motor berbobot 193kg ini diantara kemacetan pun mudah mudah saja dilakukan karena motor ini terasa ringan dan lincah. Ditambah lagi mesinnya halus dan tidak menyentak sehingga tidak membuat penunggangnya menjadi kaget dan serasa seperti terpental.

Handling Monster 797 ini juga kalau boleh dibilang sangat dewasa dan refined, meskipun masih membawa ciri khas Ducati Monster sebelumnya yang agak kurang pede diajak menikung, ia tetap enak untuk dikendarai. Dikawal dengan kaliper rem Brembo M4, membuat pengeremannya juga maksimal.

Bantingan suspensinya belakang SACHS yang lembut namun tidak bouncy serta shock upside down Kayaba di depan juga mampu meredam kondisi jalan ibukota yang akhir akhir ini sedang tidak bersahabat alias banyak lubang.

Sistem sirkulasi pendinginan pada Monster 797 juga perlu diacungi jempol, mengapa? Jujur saja, walaupun ia bermesin air cooled, sistem sirkulasi udara pada Monster 797 mampu mengatasi panas mesin dengan baik. Ketika kami mengetesnya untuk dipakai macet macetan di tengah hari, kami merasakan rasa panas mesinnya sama saja dengan naik moge buatan Jepang yang bermesin 600cc berpendingin radiator.

Tentunya ini merupakan hal positif bagi Ducati yang sebelumnya terkenal akan mesinnya yang sangat panas dan kurang cocok di pakai bermacet macetan.
Untuk urusan konsumsi bahan bakar juga lagi lagi kami sangat impress dengan si Monster yang satu ini.

Walaupun kapasitas mesin dan output tenaganya besar, kami melakukan penghitungan dengan metode full to full dan kami mendapatkan konsumsi BBM dalam kota dengan gaya berkendara yang tidak ekonomis alias seenaknya di angka 1:23 . hal itu tentunya sangat impresif, mengingat angka itu sama dengan konsumsi BBM sepeda motor bermesin 250cc 2 Silinder karburator!

CDF46A50-14F4-4648-A6FC-8DB923DE79E4

Verdict
Ducati tampaknya mulai gencar menghadirkan motor motor yang ramah untuk pengendara pemula maupun motor yang enak dikendarai didalam kota. Seperti contohnya adalah Ducati Scrambler Sixty2 dan 800 serta Monster 797 ini. Dilengkapi dengan mesin yang bertenaga namun halus, konsumsi BBM yang irit dan bobot yang ringan membuat motor ini bisa menjadi pilihan bagi Bromaxx yang ingin naik kelas dari motor 250cc ke kelas “moge beneran”.

Ia mudah dikendarai, seat height nya bersahabat untuk rider Indonesia, serta mesin yang tidak terlalu panas dibandingkan seri Ducati lainnya membuat motor seharga 299-309 Juta Rupiah ini menjadi pilihan yang tepat untuk Bromaxx yang menyukai motor Italia yang powerful namun tetap manageable. Nah gimana menurut Bromaxx?

Penulis: Fadli Arfi

LEAVE A REPLY