Riders Royal Enfield Lahap Rute Jogja-Bali

0
52

Indonesia telah lama dikenal luas sebagai surga bagi para pengendara sepeda motor atau riders. Menjelajahi beragam destinasi dengan riding memang mampu memberikan kesenangan tersendiri bagi riders, baik untuk sekedar melepas penat dari rutinitas yang monoton, menantang adrenalin, hingga mendapatkan pengalaman menarik dengan mengenal budaya serta karakteristik khas dari masyarakat di daerah yang dituju.

Salah satu pengalaman menarik fun riding dituturkan oleh Uky Basuki, seorang fotografer dan surfer yang berdomisili di Bali serta Ferry Kana, seorang traveller dan fotografer dari Jakarta yang telah lama aktif riding keliling Indonesia selama kurang lebih empat tahun. Bersama 2 (dua) rekan riders yang salah satunya adalah lady bikers, Abrina, mereka membuktikan keunggukan Royal Enfield tipe Classic 500 dan Bullet 500 dalam mengarungi jalur lintas selatan selama 4 hari 3 malam, usai menghadiri acara modifikasi bergengsi di Tanah Air, Kustomfest, yang digelar pada awal Oktober 2017 lalu.

Sebagai Road Captain, Ferry memimpin perjalanan dari alun-alun Kidul, Jogjakarta menuju pemberhentian pertama yaitu Pacitan. “Kami melewati medan jalan yang cukup lengang, tidak memiliki tanjakan, turunan, maupun tikungan yang ekstrim. Di hari pertama, kami melalui rute Imogiri, Panggang, melewati pantai-pantai kawasan Gunung Kidul hingga ke Semanu, memasuki jalur propinsi Jawa Tengah, Giri Bangun dan propinsi Jawa Timur. Tidak lupa kami mendokumentasikan perjalanan ini karena kami melintasi berbagai pemandangan alam yang sangat indah,” kata Uky.

Photo 4-800x450

Pada hari kedua, para riders berangkat dari penginapan pada pukul 9 pagi menuju destinasi kedua, yakni kota Kepanjen, sebuah wilayah kecil di selatan Kota Malang. Semalam sebelumnya, Uky telah mempersiapkan sepeda motornya dengan memenuhi tangki bahan bakar. Pada saat itu, angka kilometer menujukkan 3,307 km, yang berarti telah melakukan jarak tempuh sejauh 157 km, dan hanya butuh 5 liter bahan bakar untuk memenuhi tangki.

Perjalanan pun dimulai dengan diiringi teriknya sinar matahari yang cukup menguras tenaga, melewati pantai Soge dan beristirahat sejenak di Pantai Tawang, serta menyempatkan diri melihat kompleks PLTU Sudimoro. Selain itu, tim juga mampir untuk melihat air terjun yang letaknya berdekatan dengan Pantai Pelang di Kabupaten Trenggalek.

“Saat keluar dari Pantai Pelang kami dihadapkan pada tantangan yang cukup berat yakni trek perbukitan di Kecamatan Pule, Trenggalek yang kurang bersahabat dengan medan cukup menanjak dengan kondisi jalan berlubang dan berbatu. Ditambah lagi, kondisi ini bersamaan dengan jadwal pulang anak sekolah, sehingga lalu lintas cukup ramai. Namun karakter motor yang kami kendarai, Royal Enfield, cukup gesit dan nyaman dikendarai, sehingga membuat kendala ini bisa kami lalui dengan baik,” jelas Uky.

Tak lama setelah itu, perjalanan disuguhkan dengan pemandangan hutan pinus dan sawah-sawah terasering yang mampu menghibur mata serta menghadirkan aroma khas pinus hingga sampai di kota Kepanjen. Mulai dari Trenggalek jalur yang ditempuh adalah jalur logistik sehingga kondisi cukup padat bercampur dengan truk, bis, dan sarana transportasi lain.

Photo 3-2-800x600

Sebagai Road Captain, Ferry Kana menyampaikan apresiasinya terhadap tim, “Hari ini saya salut dengan Abrina, ia cukup mahir mengendarai Royal Enfield Classic 500. Terutama kondisi trek Pule yang kurang bersahabat,” ujarnya.

Keesokan harinya, tim melanjutkan perjalanan menuju pulau merah di Kabupaten Banyuwangi menyusuri jalur lintas selatan yang baru dibangun, yaitu Kencong, Puger, Jember, Alas Gumitir, Genteng dan Pulau Merah.

“Jalur Kencong benar-benar dikelilingi oleh pantai dengan pemandangan indah berupa gundukan pasir yang luas. Tempat ini cenderung masih sepi dan belum terbuka untuk destinasi wisata sehingga disini saya pun puas mengabadikan foto-foto menarik. Namun sayang selepas dari Puger lalu lintas kembali ramai, saya sendiri sempat mengalami kecelakaan akibat pengendara yang lalai tanpa mempedulikan pengendara lain. Beruntung kondisi saya baik-baik saja, sehingga kerusakan dari kecelakaan bisa segera diatasi dan digunakan riding hingga ke Bali,” kata Uky.

Ferry pun menambahkan bahwa di hari itu tim tiba di penginapan Pulau Merah saat hari sudah petang, meninggalkan rencana awal untuk menikmati Sunset di pulau Merah. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena aspek kesenangan dan keselamatan berkendara adalah dua hal yang paling utama agar tidak ada kecelakaan lain.

Photo 2-800x640

Di hari terakhir, para rider menargetkan untuk mencapai kota Denpasar. Untuk melanjutkan perjalanan, tangki bahan bakar motor kembali dipenuhi sebanyak 8 liter. Perjalanan sampai pelabuhan Ketapang berjalan dengan lancar. “Setiba di Denpasar, kami segera menuju ke dealer resmi Royal Enfield di Bali, yang baru saja dibuka pada akhir Agustus lalu. Para mekanik yang sigap pun segera melakukan pemeriksaan pada motor kami agar lebih fit untuk melanjutkan perjalanan mengeksplor pulau Dewata,” kata Uky.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke jalur Singaraja, Gilimanuk, yang ditemani pemandangan pesisir Pantai Utara Bali, melewati Danau Tamblingan, Danau Beratan, dan Danau Buyan. Hawa panas dan trek lurus cukup menguras tenaga, sehingga tim harus menyegarkan fisik untuk mengembalikan konsentrasi sebelum kembali ke Denpasar. Hawa panas pun terbalas saat memasuki tanjakan ekstrim di Seririt Pupuan untuk menuju Danau Tamblingan.

Udara segar dan panorama indah berlatarkan bukit-bukit sekitar Gunung Bratan menjadi salah satu hal yang sulit dilupakan. Karena kabut tebal menyelimuti Danau Buyan membuat Uky dan tim hanya sebentar untuk sekedar melepas penat dan menikmati alam sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke kota Denpasar.

Akhirnya semua tiba di Denpasar sekitar pukul 8 malam dan segera melanjutkan kegiatan dengan makan malam bersama.  “Dari total 1,057 kilometer jarak yang kami tempuh dari Jogjakarta menuju Bali, cukup menghabiskan bahan bakar sebanyak 33 liter dengan Royal Enfield Bullet 500 yang saya gunakan. Jika dirata-rata motor ini mengkonsumsi hampir 32 km per liternya. Riding kali ini sangat menantang sekaligus menyenangkan karena kami bisa berkesempatan untuk menikmati pemandangan alam pulau Jawa-Bali yang sangat indah, membangun kedekatan dengan sesama riders bahkan mengenal karakter diri sendiri, menjalani serunya hidup, karena motor Royal Enfield sendiri memang diciptakan untuk itu,” tutup Uky.

LEAVE A REPLY