Grease dan Oli India Mulai Fokus Sasar Pasar Retail di Indonesia

0
29

Industri pelumas di Indonesia, dalam catatan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) diperkirakan idealnya bisa mencapai kapasitas produksi hingga 2,04 juta kilo liter per tahun.

Namun hingga saat ini produksi yang mampu dihasilkan hanya sekitar 858.360 kL per tahun. Sementara itu, Asia Pacific menurut data Grand View Research menjadi pasar terbesar untuk gemuk (grease) di 2017 yaitu sekitar 40% dari global share.

Pada bagian lain, pertumbuhan bisnis armada truk (kendaraan golongan III) di ASEAN pada 2015, misalnya menurut IPSOS Business Consulting, telah menguasai 63% dari total 4,8 juta armada dan terus bertumbuh.

Hal ini diyakini ikut mendorong pertumbuhan pasar industri pelumas lokal secara positif, khususnya grease, baik untuk penggunaan di dalam negeri maupun kebutuhan ekspor.

Menyikapi hal ini, PT Balmer Lawrie Indonesia, yang merupakan perusahaan joint venture PT Imani Wicaksana dan Balmer Lawrie (UK) Ltd, Inggris mulai serius menggarap pasar pelumas dan grease di Indonesia.

“Sebenarnya produk grease Balmerol sudah sekitar 7 (tujuh) tahun lalu masuk Indonesia. Tapi kami banyak bermain di industri besar dan mining. Belum fokus bermain di retail,” ujar Takwa Fuadi, Director PT Balmer Lawrie Indonesia (Balmerol Lubricants).

Begitupun dengan pelumas, menurut Takwa, masih perlu digarap fokus dan lebih serius lagi. Padahal diakuinya, di India sendiri, Balmerol merupakan pemain besar, dan seringkali menyuplai untuk produk otomotif seperti Tata dan Mahindra.

Hal senada disampaikan Abhijit Roy, President Director PT Balmer Lawrie Indonesia (Balmerol Lubricants). Menurutnya sejumlah industri besar di Indonesia sudah didukung produk Balmerol. “Tapi kami tak bisa menyebutkan nama industri tersebut,” ucapnya.

Kalau bicara pasar otomotif Indonesia, diakui Roy, sapaan akrabnya, memang menggiurkan untuk bermain di ranah retail. “Namun kami mencoba untuk menempatkan porsi pasarĀ 40 : 60 persen, antara otomotif dan dunia industri,” jawabnya.

Sedangkan untuk perbandingan antara produksi pelumas Balmerol dan produksi gemuk (grease) Balmerol, dengan lugas Roy menjawab, “perbandingannya saat ini 50 : 50 persen. Sama,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY