Fitur Ciamik Skuter Premium Honda Forza !

Melihat wujud Honda Forza memang lebih mewah jika dibandingkan dengan Yamaha X Max, skutik premium di kelas yang sama. Bagian depan terlihat lebih futuristis dengan kombinasi desain lampu LED yang sepintas mirip dengan Honda PCX. Desain knalpot juga lebih elegan dengan tambahan elemen chromatic

0
133
Honda Forza

SEJAK pertama kali dipertontonkan dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 pada Agutus tahun lalu kehadiran Honda Forza memang berhasil mencuri perhatian pecinta sepeda motor.

Melihat antusias pasar skutik premium, Honda Forza berkapasitas mesin 250 cc ini pun akhirnya resmi dipasarkan sejak November 2018. Penasaran bagaimana sensasi mengendarai skutik yang dibandrol Rp76,5 juta ini, PT Astra Honda Motor (AHM) pun memberi kesempatan Motomaxx untuk mengujinya.

Melihat wujud Honda Forza memang lebih mewah jika dibandingkan dengan Yamaha X Max, skutik premium di kelas yang sama. Bagian depan terlihat lebih futuristis dengan kombinasi desain lampu LED yang sepintas mirip dengan Honda PCX. Desain knalpot juga lebih elegan dengan tambahan elemen chromatic

Tampilan wajah Honda Forza pun makin ganteng dengan dua spion terintegrasi lampu sein LED. Kesan mewah pun tercermin dari wind screen electric yang bisa dinaik-turunkan dengan menekan tombol. Tidak kalah menarik di bagian belakang yang didesainnya lebih slim ketimbang buritan Yamaha XMax yang super gambot.

Puas memandang, Motomaxx pun mengambil posisi duduk di atas jok dan langsung disuguhi pemadangan konsol yang sangat informatif, mulai dari penunjuk kecepatan, putaran mesin, temperature, jarak tempuh hingga penunjuk waktu. Bukan itu saja, pada handel kiri terdapat banyak tombol informasi yang terhubung pada konsol seperti tombol Info A yang memuat info mengenai jarak  antara dan Info B yang memuat informasi penggunaan rata-rata BBM, jarak tersisa dengan kapasitas BBM yang tersisa, dan konsumsi BBM realtime saat berkendara.

SPEEDOMETER HONDA FORZA

Saat duduk berada di jok Honda Forza, Motomaxx merasakan riding position yang nyaman untuk ukuran tinggi badan 180 cm. Mungkin jika Bro Maxx punya postur di bawah 170 cm agak sulit menapakan kedua kaki.

Meski masuk dalam kategori skutik bongsor namun dimensinya lebih kompak ketimbang Yamaha XMax.  Honda Forza berukuran panjang 2.142 mm, lebar 754 mm dan tinggi 1.472 mm. Bandingkan dengan Yamaha XMax yang memiliki panjang 2.185 mm, lebar 775 mm dan tinggi 1.465 mm. Dengan dimensi yang lebih kompak Honda Forza menjanjikan lebih enak diajak ‘menjahit’ di jalanan padat.

Untuk menyalakan mesin, kita tidak perlu repot memutar anak kunci lantaran Honda Forza sudah mengadopsi teknologi Smart Key System. Bukan sekedar menyalakan mesin, dengan Smart Key System ini kita juga bisa menandai lokasi motor saat berada di parkiran luas, termasuk alarm antimaling yang disematkan dalam sistem ini.

Tidak perlu lama untuk beradaptasi mengendari skutik berbobot 182 kg, kendali setang Honda Forza terasa ringan seperti mengendalikan Honda PCX. Alhasil, Honda Forza sangat mudah diajak bermanuver melewati lalu lintas padat di jam sibuk. Motomaxx mencoba melakukan zig-zag untuk lebih mengenal karakter pengendalian Honda Forza, dan ternyata pengendalian dan stabilitas skutik premium ini cukup baik.

Rasanya kurang afdol jika mengetes Honda Forza berkelir silver ini di jalanan ibukota. Rute Geo Park Ciletuh melalui jalur Cianten – Cikidang yang terkenal dengan kontur jalanan khas pegunungan pun jadi pilihan menguji Honda Forza.  Tepat pukul 4.00 WIB pagi, Sabtu (26/1), setelah mengenakan kelengkapan berkendara yang aman seperti helm fullface, jaket, sarung tangan dan body protector, setang kemudi Honda Forza pun diarahkan menyusuri jalan raya Parung Bogor.

HONDA FORZA

Lantaran jalanan masih sepi dan  trek lurus cukup menggoda tangan kanan memutar grip akselerator dan Honda Forza yang berbekal sistem suplai BBM fuel injection ini melesat dengan lembut. Memang jika dibandingkan dengan Yamaha XMax, tarikan Honda Forza lebih lembut namun tetap bertenaga.  Tak terasa angka di speedometer menunjuk 120 km/jam dan pengendalian motor masih dalam batas yang aman.

Perjalanan pun berlanjut menuju ke Cianten melalui Dramaga, Bogor dan hujan pun mulai turun dengan lebat. Namun berkat wind screen yang bisa dinaik-turunkan dengan menekan tombol di grip setang kiri, siraman air hujan ke badan bisa sedikit tereliminasi. Perjalanan menuju Cianten ternyata memberi tantangan tersendiri yaitu masih banyak jalanan rusak. Suspensi teleskopik di bagian depan dan swing arm bersuspensi ganda memang terasa agak sedikit keras namun mampu meredam keritingnya jalanan aspal yang mengelupas.

Memacu Adrenalin

Cuaca kembali cerah bahkan matahari pun tak malu memancarkan panasnya saat melintasi wilayah Perkebunan Teh Cianten. Suguhan pemandangan hijau kebun teh menjadi penyemangat untuk terus melanjutkan perjalanan mengarah Cikidang, Sukabumi yang merupakan jalur alternatif favorit para biker untuk menuju Pelabuhan Ratu. Jalur ini tergolong ekstrim karena menyajikan suguhan tikungan tajam dan tanjakan curam.

Suguhan jalanan berkelok di daerah Cikidang ini pun memacu adrenalin untuk mencoba seluruh kemampuan yang dimiliki Honda Forza. Sesekali Motomaxx memaksa Honda Forza mengikuti race line tikungan tajam dengan kecepatan tinggi.  Aksi nikung rebah ini semakin mengasyikan lantaran tenaga mesin Honda Forza selalu tersedia saat melibas tikungan. Berdasarkan spesifikasi mesin Honda Forza 250 ini mampu menyemburkan daya maksimum 17,3 kW pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 24 Nm pada 6.250 rpm.

Tak terasa, perjalanan pun sampai di wilayah Bagbagan, Sukabumi dan tersisa 35 km menuju kawasan Geo Park Ciletuh melalui jalur baru. Namun karena terlalu asyik melesatkan laju motor membuat Motomaxx mengarah ke jalur lama menuju Ujung Genteng.

Meskipun menjauh, justru sensasi mengendarai Honda  Forza semakin merasuk jiwa. Bagaimana tidak, jalur lama menawarkan sensasi tikungan dan tanjakan yang tidak setajam wilayah Cikidang, jalanan relatif lebar dan cenderung sepi. Beberapa kali Motomaxx mencoba melakukan  late braking sesaat akan memasuki tikungan dan segera memelintir grip akselerator ketika sudah berada di tikungan. Sistem pengereman antilock braking system (ABS) mumpuni untuk mengendalikan Honda Forza tidak keluar dari race line.

Lantas kenapa begitu yakin nikung rebah? Pada Honda Forza yang didatangkan AHM dari Thailand ini sudah disematkan teknologi yang diberi label HSTC atau Honda Selectable Torque Control. Fitur ini merupakan teknologi yang biasa dipasang di beberapa moge Honda, seperti Honda CRF1000L Africa Twin, Honda Gold Wing, dan CBR1000RR. Teknologi pengontrol torsi ini untuk pertama kali disematkan pada skutik Honda. HSTC sendiri berfungsi untuk membatasi torsi motor tatkala mendeteksi adanya perbedaan kecepatan putaran antara ban depan dan belakang, sehingga bisa mencegah ban selip.

LEAVE A REPLY