Memperkuat Ketahanan Kaca Mobil dari Serangan Jamur

Sebenarnya ada cara yang lumayan ampuh dan mudah untuk mencegah hadirnya 'jamur' kaca kembali. Cara ini sangat cocok bagi Anda yang punya hobi merawat kendaraan dengan tangan sendiri alias DIY (do it yourself).

0
197

Pemilik mobil pasti pernah mengalami di mana kaca kendaraannya dipenuhi bercak-bercak tipis bekas tetesan air yang mengering. Masyarakat Indonesia umumnya menyebut bercak-bercak tersebut sebagai jamur kaca yang cukup sulit dibersihkan hanya dengan mencuci biasa.

Istilah jamur pada kaca mobil sebenarnya kurang tepat, karena pada dasarnya bercak-bercak tersebut berasal dari kandungan mineral yang terdapat pada air yang mengering dan membekas di permukaan kaca membentuk flek-flek yang melekat kuat, bukan jamu yang masuk dalam golongan zat organik.

Endapan mineral pada kaca ini akan semakin mengganggu pandangan saat malam hari ketika terkena lampu kendaraan dari arah berlawanan, terlebih saat hujan. Hal ini tentu sangat membahayakan karena dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Gawatnya lagi, semakin tebal endapan mineral pada kaca kendaraan, semakin sulit pula untuk membersihkannya dan butuh penanganan khusus untuk membuat kondisi kaca kembali seperti semula. Cara yang paling mudah adalah dengan membawa ke bengkel khusus/salon mobil yang menyediakan layanan ini.

Pertanyaannya: Setelah kaca bersih, bagaimana caranya agar jamur tidak kembali?

Jawabannya juga sederhana: Ke bengkel atau salon khusus. Bahkan ada layanan premium yang mampu membuat air bahkan lumpur tidak dapat melekat di permukaan kaca mobil Anda, namun biayanya pun tidak sedikit alias tidak murah untuk kantong masyarakat kebanyakan.

Sebenarnya ada cara yang lumayan ampuh dan mudah untuk mencegah hadirnya ‘jamur’ kaca kembali. Cara ini sangat cocok bagi Anda yang punya hobi merawat kendaraan dengan tangan sendiri alias DIY (do it yourself).

Agar tampilan kendaraan kinclong, biasanya pemilik kendaraan rutin memoles permukaan cat dengan wax. “Memberikan lapisan wax ke kaca juga bisa mencegah jamur,” ujar Ari, mantan karyawan salon mobil yang pindah profesi menjadi pengemudi taksi online.

“Yang paling pas adalah wax dalam bentuk pasta karena mudah diaplikasikan. Biasanya saya oleskan ke seluruh kaca bagian luar. Setelah itu saya gosok pakai kain katun bersih dengan gerakan memutar.” paparnya. “Kalau punya alat poles listrik lebih bagus lagi jadi bisa lebih merata,” jelas Ari.

Ari menambahkan bahwa cara ini memang tidak sedahsyat hasil dari obat khusus yang ditawarkan oleh salon-salon khusus kaca mobil, namun lumayan membantu dalam menghambat kembalinya jamur kaca.

“Untuk mobil sedan yang tidak memiliki wiper di kaca belakang sangat terasa manfaatnya saat hujan deras. Air langsung turun sehingga pandangan jauh lebih baik. Memang tidak sehebat efek daun talas yang diberikan oleh obat salon mahal, tapi sangat lumayan hasilnya,” ungkap Ari. “Kotoran seperti debu, getah, atau kotoran burung juga jadi lebih mudah dibersihkan dari permukaan kaca.”

Agar lapisan wax di kaca tidak mudah hilang, Ari menyarankan penggunaan shampoo mobil yang mengandung wax. “Di pasaran biasanya tertulis ‘wash & wax’, nah ini bagus buat nyuci kaca mobil yang sudah kita kasih wax. Resep itu sudah saya terapkan di Xenia yang saya bawa setiap hari. Tuh Ga ada jamurnya kan?,” bangganya sambil menunjuk kaca depan Xenia silver keluaran 2014 tunggangannya. “Cara ini bisa diterapkan juga lho buat kaca spion,” timpalnya.

Pesan Ari, cara ini tidak disarankan pada permukaan kaca yang masih dipenuhi jamur karena menurutnya akan memperparah pandangan saat hujan. Kiat di atas hanya akan terasa manfaatnya jika kaca benar-benar sudah bersih dari endapan mineral alias jamur kaca.

“Jadi pastikan dulu kaca Anda bebas jamur, baru dikasih wax. Kalau masih ada jamur terus dipaksakan pakai wax malah hasilnya berantakan. Kalau sudah terlanjur, maka akan menjadi lebih sulit lagi menghilangkan jamurnya,” wanti Ari.

Untuk menghilangkan jamur yang membandel bisa meniru kiat yang diberikan oleh astraworld.com di rubrik tips-nya. Yang pertama kali disiapkan adalah cairan pembersih jamur yang banyak dijual di toko aksesori kendaraan atau supermarket, kuas untuk cat tembok dan lap chamois serta wadah (bisa menggunakan piring).

Posisikan mobil di tempat terang namun tidak terkena sinar matahari untuk mencegah cairan pembersih mengering dengan cepat yang justru akan membuat bercak baru yang tidak kalah mengganggu.

Bersihkan kaca mobil dengan air bersih dan keringkan dengan chamois. Tuangkan cairan pembersih jamur di piring dan sapukan keseluruh permukaan kaca menggunakan kuas secara merata dan berulang-berulang, terutama di bagian yang lapisan jamurnya tebal.

Sebelum sempat mengering, lap dengan chamois lembab hingga cairan pembersih jamur tidak tersisa di kaca. Bilas chamois dengan air bersih dan peras kemudian lap kembali permukaan kaca hingga benar-benar kering. Jika terlihat masih ada jamur, ulangi sekali lagi proses dari awal dua hingga tiga kali.

Pilih cairan pembersih jamur yang aman dan tidak membuat kaca menjadi kusam atau malah tergores. Agar lebih aman, sebaiknya coba dahulu pada kaca yang ukurannya kecil, setelah dipoles lalu tunggu beberapa menit untuk melihat hasilnya.

Jika langkah-langkah tadi tetap tak membuahkan hasil, artinya jamur yang melekat pada kaca-kaca mobil Anda tergolong sangat bandel. Jenis ini tidak bisa kita selesaikan hanya dengan cairan pembersih jamur. Anda perlu membawa ke salon mobil. Mereka memiliki alat dan cairan khusus untuk menggosok kaca yang terkena jamur.

Jangan lupa, setelah kaca-kaca mobil bersih dari jamur, rawatlah agar jamur-jamur itu tidak muncul lagi. Caranya, segera bersihkan mobil setelah berkendara di bawah guyuran hujan agar debu atau kotoran tidak menempel lama di kaca-kaca mobil. Hindari memakai car cover jika cuaca lembab. Jika tetap ingin menggunakannya, pastikan kaca dan car cover dalam keadaan kering sebelum kendaraan ditutupi. (NOER)

LEAVE A REPLY