All New Nissan Terra, Aspal & Lumpur Juga Oke !

"Terra ideal untuk Indonesia dengan ground clearance yang terbaik yaitu 225 mm, mengurangi risiko kerusakan dari jalanan yang kasar dan tidak rata serta lokasi banjir," ujar Presiden Direktur NMI Isao Sekiguchi sebelum acara ini dimulai.

0
11
Test Ride - All New Nissan Terra
Berlokasi di off-road park Pagedangan, BSD PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memberikan kesempatan kepada sejumlah jurnalis untuk merasakan Nissan Terra di medan off road. Tujuannya untuk menunjukkan kemampuan serta manfaat beberapa fitur yang disematkan pada SUV terbaru dari Nissan tersebut.
Ada beberapa rintangan yang harus dilalui di trek off road buatan ini. Mulai dari water wading, up hill , down hill, mud bogger, slope hill swap hill hingga precission driving. Ada dua tipe kendaraan yang diturunkan yaitu varian 4×2 dan 4×4.
Rintangan pertama adalah water wading, yaitu mengarungi genangan air sedalam 50 cm. Tentu genangan ini sangat mudah dilalui untuk Terra karena sejatinya batas ketinggian maksimal yang bisa ditoleransi mencapai 70 cm.
“Terra ideal untuk Indonesia dengan ground clearance yang terbaik yaitu 225 mm, mengurangi risiko kerusakan dari jalanan yang kasar dan tidak rata serta lokasi banjir,” ujar Presiden Direktur NMI Isao Sekiguchi sebelum acara ini dimulai.
Rintangan berikutnya adalah up hill, mendaki bukit tanah merah yang masih lembab setelah sehari sebelumnya diguyur hujan. Selain mencoba kekuatan mesin, di trek yang cukup terjal ini juga untuk mencoba fitur Hill Start Assist yang berfungsi menahan kendaraan agar tidak meluncur mundur saat berhenti di tanjakan setelah melepas pedal rem selama tiga detik.
Khusus untuk varian 4×4 treknya dibuat lebih terjal lagi untuk membuktikan ketangguhan mesin 2.5 liter bertenaga 190 dk dan torsi 450 Nm untuk merayap menaklukan tanjakan yang cukup licin. Setelah itu trek berubah menjadi turunan curam dengan kemiringan 45 derajat sekaligus merasakan manfaat fitur Hill Descent Control (HDC) yang mencegah kendaraan meluncur deras tak terkendali.
In to the Mud Bogger
In to the Mud Bogger
Lepas dari rintangan tadi All New Terra berpenggerak 4×4 ‘diceburkan’ mud bogger, trek berlumpur untuk menguji keampuhan penggerak empat rodanya yang dilengkapi fitur Differential Lock di bagian roda belakang yang akan mengunci gigi diferensial saat salah satu roda kehilangan traksi. Alhasil medan yang terlihat cukup menantang menjadi sesuatu yang cukup menyenangkan.
All New Terra juga dilengkapi Traction Control System (TCS) yang secara otomatis mengurangi torsi mesin untuk mencegah kendaraan selip di atas permukaan jalan yang licin sehingga mengurangi gerakan liar di roda belakang.
‘Ujian’ berikutnya menguji keakuratan fitur Around View Monitor (AVM) untuk membantu memantau situasi di sekeliling kendaraan lewat layar monitor yang tertanam pada kaca spion tengah. Di mulai dengan memarkir paralel kendaraan melewati deretan konus, sampai simulasi mundur melewati jalan sempit tanpa harus melihat ke luar.
Memang perlu waktu untuk membiasakan diri menggunakan fitur ini dengan lancar, dan itu tak perlu lama. Gangguan justru berasal dari silau akibat pantulan cahaya luar oleh permukaan layar. Mungkin akan sangat membantu jika permukaan layar tidak dibuat mengkilap (dof).
Selanjutnya beralih ke slope hill berupa rintangan dengan kemiringan 30 derajat yang bisa dipantau di layar Multi Information Display (MID) dengan mengaktifkan mode off road monitoring. Setelah itu lanjut ke swap hill berupa trek berundak-undak dengan kedalaman sekitar 20 cm yang dibuat berlawanan antara jalur roda kiri dengan roda kanan.
Rintangan terakhir tersebut bertujuan untuk menguji kelenturan suspensi SUV yang menggunakan ladder frame. Jika suspensi tidak lentur, trek ini mampu menjebak kendaraan akibat salah satu roda menggantung. Tentu untuk SUV berpenggerak 4×4 rintangan ini tidak berarti.
Usai ‘bermain’ tanah, para jurnalis juga mencoba beberapa fitur canggih SUV 7 penumpang ini di jalan raya. Mulai dari spion pintar menggunakan layar LED plus kamera belakang untuk mengurangi blind spot, hingga fitur sederet fitur yang membantu pengemudi, hingga Blind Spot Warning dan Lane Departur Warning.
Blind Spot Warning berfungsi memantau situasi lalu lintas bagian belakang kiri dan kanan kendaraan. Saat ada kendaraan mendekat dari kiri belakang maka di bagian ujung kaca spion luar sebelah kiri akan menyala lampu peringatan. Begitu pula saat ada kendaraan yang mendekat dari kanan. Jika pada saat itu pengemudi menyalakan lampu sein untuk pindah jalur ke arah di mana ada kendaraan yang mendekat tadi maka sistem akan memberikan tanda suara peringatan.
Sementara fitur Lane Departure Warning yang berfungsi untuk memperingatkan pengemudi ketika berpindah jalur tanpa menyalakan lampu sein. Jika itu dilakukan, fitur yang berfungsi pada kecepatan di atas 70 km/jam ini akan ‘membaca’ bahwa pengemudi tidak sengaja berpindah jalur akibat lengah atau ngantuk.

LEAVE A REPLY