Camcon Ciptakan Sistem Katup Elektronik Pendongkrak Potensi Mesin

0
4
COO Camcon Mark Gostick (kiri) dan Roger Stone berhasil menemukan teknologi pendongkrak performa mesin.

CAMCON Automotive, sebuah perusahaan asal Inggris, telah menciptakan sebuah sistem katup mesin pertama yang dijalankan sepenuhnya oleh elektronik (fully electronic engine valve system) yang tak pernah terpisahkan dari poros engkol. Sistem canggih ini menawarkan pengaturan kinerja katup yang belum pernah terjadi sebelumnya pada siklus pembakaran.

Selain perbaikan tenaga dan emisi, teknologi ini juga mampu membuat kemampuan lonjakan tenaga mesin 4 langkah menyamai kecepatan mesin 2 langkah. Teknologi ini juga membuat teknologi Variable valve timing (VVT) menjadi ‘ketinggalan jaman’.

Manfaat variable valve timing sudah lama diyakini oleh para pembuat mesin selama puluhan tahun lewat kemampuannya dalam mengoptimalkan kerja katup. Mengubah waktu buka-tutup katup, mengubah durasi dan tinggi angkatan katup dengan menyesuaikan beban, putaran dan kebutuhan mesin secara aktual memang terbukti mampu membuat mesin menghasilkan tenaga, torsi, dan emisi lebih baik.

Apa yang membedakan sistem Camcon dengan VVT adalah kemampuannya yang memungkinkan katup-katup dapat dikendalikan secara penuh. Pasalnya teknologi IVA (Intelligent Valve Actuation) sistem yang dimiliki Camcon ini bekerja secara elektronik penuh dan sama sekali tidak memiliki ketergantungan mekanis yang terkait dengan poros engkol seperti pada VVT.

Camcon tidak butuh timing belt atau pegas katup, karena masing-masing katup telah memiliki 'miniatur camshaft' -nya sendiri lengkap dengan sistem desmodromic ala mesin Ducati.
Camcon tidak butuh timing belt atau pegas katup, karena masing-masing katup telah memiliki ‘miniatur camshaft’ -nya sendiri lengkap dengan sistem desmodromic ala mesin Ducati.

Camcon tidak butuh timing belt atau pegas katup, karena masing-masing katup telah memiliki ‘miniatur camshaft’ -nya sendiri lengkap dengan sistem desmodromic ala mesin Ducati yang terkenal akurat secara mekanis dalam proses membuka dan menutup katup. Setiap katupnya dikendalikan oleh sebuah motor listrik.

Setiap motor dapat berputar bebas secara presisi, dan pada waktu-waktu tertentu motor ini dapat berputar penuh untuk membuat katup terbuka 100% pada kemampuan angkat maksimalnya, atau dapat berhenti berputar untuk membuat katup kembali menutup total. Alhasil didapatkan derajat bukaan katup yang lebih bervariasi kapan saja sesuai dengan kebutuhan mesin saat itu.

Untuk mengetahui posisi putaran poros engkol, sistem ini menggunakan sensor putaran poros engkol yang dapat memberikan data lebih akurat secara aktual. Data dari sensor kemudian digunakan untuk memerintahkan motor listrik melakukan tugasnya membuka atau menutup katup dengan waktu, durasi dan besar angkatan yang lebih akurat sesuai dengan apa yang sedang dilakukan oleh mesin.

COO Camcon Mark Gostick mengatakan bahwa dengan teknologi ini kita bisa memberikan apa pun yang diinginkan oleh mesin. “Mau di putaran rendah, maupun di putaran tinggi, atau putaran di antaranya, dan Anda tidak punya kompromi sama sekali. Anda bisa mengubah timing, durasi, tinggi angkatan (katup), atau membuat setingan sendiri. Bahkan pada katup intake maupun katup exhaust,” papar Gostick di kantornya di Cambridge.

“Jika ada pertanyaan, ‘Kenapa hal ini tidak dilakukan 20 tahun yang lalu?’, maka saya akan menjawab, “Masalahnya ada pada perangkat elektronik yang mengendalikan sistem. Prinsip ini tidak bisa dilakukan di masa lalu karena baru saat ini tersedia teknologi elektronik bandwidth pemrosesan yang cukup dan benar-benar mampu menempatkan kontrol timing yang nyata pada mesin dengan harga rendah,” bebernya.

Dengan teknologi Intelligent Valve Actuation yang dikembangkan oleh Camcon membuat proses 'restart' mesin lebih ringan dan efisien.
Dengan teknologi Intelligent Valve Actuation yang dikembangkan oleh Camcon membuat proses ‘restart’ mesin lebih ringan dan efisien.

Gostick menambahkan, pihaknya menghabiskan ribuan jam di alat dynamometer untuk melihat apa yang bisa dilakukan. “Kami melakukannya hanya di bagian katup intake. Kami memutuskan hal itu karena risikonya lebih rendah, namun manfaatnya sangat jelas. Tidak ada yang pernah melakukan timing katup variabel pada bagian exhaust, sehingga manfaatnya kurang dipahami.”

Ia juga memiliki jawaban ketika ada pertanyaan mengapa masih berkutat di mesin pembakaran ketika semua orang mengarah ke era kendaraan listrik? Di dunia industri sejatinya yang disebut sebagai era elektrifikasi masa depan fokusnya masih seputar kendaraan hybrid dan plug-in hybrid di mana kendaraan-kendaraan itu masih membutuhkan mesin pembakaran, dan itu harus mesin yang sangat baik.

Anda tentu memahami pada kendaraan-kendaraan hybrid mesin pembakaran akan hidup sesekali saat dibutuhkan utuk menyuplai energi ke baterai. Dengan teknologi Intelligent Valve Actuation yang dikembangkan oleh Camcon membuat proses ‘restart’ mesin lebih ringan dan efisien karena tidak ada lagi beban gesekan pada komponen penggerak katup. Selain itu katup-katup individual ini memungkinkan diatur untuk mengurangi beban kompresi saat mesin di-restart. (Noer)

 

LEAVE A REPLY