Biker Sejati tidak Harus Dekil

0
8

Saat ini sepeda motor bukan hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di Indonesia. Jaket kulit, sepatu boot, jersey dan rompi menjadi identitas yang melekat erat dengan para bikers, bahkan menjadi sebuah fashion bikers.

Bikers sejati identik dengan kesan cowok yang memilih menghabiskan waktu di bengkel mendandani sepeda motornya ketimbang memperhatikan tampilan diri. Akhirnya sosok sang pemilik menjadi kalah menarik dibandingkan tampilan sepeda motornya. Kondisi ini tentu kurang asyik kan?

Oleh karena itu sebaiknya yang merasa dirinya biker sejati tetap menjaga tampilan agar tetap nyaman serta percaya diri. Dalam sebuah acara beberapa tahun silam, Ade Habibie pernah mengatakan “Sebagai bagian dari lifestyle seorang bikers, kita juga harus tampil keren bukan hanya motornya tetapi juga pemiliknya,” ujar pria yang berprofesi sebagai aktor, komposer, dan kolektor otomotif itu.

Menurut Ade, sebagai biker sebaiknya juga harus bisa ‘enak dipandang’. Oleh karena itu biker juga perlu ‘dandan’ tanpa harus dandan yang berlebihan. Yang dimaksud berlebihan di sini menurut Ade, adalah menyesuaikan dengan jenis motor yang menjadi tunggangan kita.

“Kalau kita naik motor 50 cc, tampilannya ngga perlu seperti mau naik motor 1.300 cc dengan jaket kulit, sepatu boot, lengkap dengan berbagai aksesorisnya. Ya disesuaikan saja,” imbuh Ade.

Setiap individu, sambungnya, memiliki gayanya sendiri sebagai identitas fashion-nya. Umumnya menyesuaikan dengan jenis motor yang menjadi tunggangan mereka. Penggemar motor klasik tentu akan lebih nyaman jika tampil dengan gaya klasik, sementara penyuka motor besar bergaya chopper, nyaman dengan tampilan sangarnya.

Beda lagi dengan penggemar skuter klasik. “Mereka tentu lebih pas dengan gaya ‘Mods‘, yaitu gaya yang meniru dandanan kendaraan para jetset di jaman itu. Karena mereka umumnya merupakan anggota serikat pekerja yang hanya mampu membeli skuter, maka gaya jetset itu diadopsi pada skuter mereka seperti menambah spion, lampu dan sebagainya,” papar Ade.

Aktor yang bermain dalam film Mengejar Matahari (2004), Kodrat Kuadrat (2009), dan test pack (2012) itu menekankan bahwa saat ini bukan jamannya lagi pemotor dengan tampilan yang kumuh dan dekil. “Walaupun naik motor, tampilan juga perlu dijaga.”

Hal senada diungkapkan oleh dua rekan seprofesinya yaitu Deddy Mahendra Desta (Desta) dan Ringgo Agus Rahman (Ringgo). Menurut dua sosok yang suka humor itu, walaupun sehari-hari menggunakan sepeda motor, seorang biker tetap harus menjaga kebersihan diri mereka.

“Untuk urusan tampilan sih sebaiknya yang simpel dan apa adanya. Yang penting ngga dekil, ngga kotor dan ngga bau,” ujar Desta yang juga mantan penabuh drum di grup Club Eighties. “Gampang, tinggal mandi dua kali biar tetap sehat,” timpal Ringgo setengah berkelakar.

Ringgo menambahkan bahwa yang wajib dimiliki seorang biker menurutnya adalah jaket kulit dan jaket jins untuk menunjang tampilan. “Ga perlu juga pakaian sesuai dengan brand sepeda motor,” timpalnya.

Ade Habibie berpesan, untuk mendukung tampilan, bikers juga tidak perlu selalu menggunakan berbagai produk impor yang memang diciptakan untuk para pemotor dengan alasan kualitas dan safety-nya. Pasalnya saat ini sudah banyak produk lokal yang memiliki kualitas bagus. “Sudah saatnya kita mulai melirik produk buatan dalam negeri yang kualitasnya malah sudah diakui di luar negeri,” tutup Ade.(Noer)

 

LEAVE A REPLY