Mengintip Mitsubishi Xpander Versi Reli AP4

0
22
Mitsubishi Rallyi AP4 Concept menjadi pembuktian mobil harian bisa ikut reli.

MITSUBISHI menampilkan konsep mobil reli di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang diambil dari basis kendaraan small MPV Mitsubishi Xpander. Sesuai dengan kelas yang akan diterjunkan nanti mobil reli ini diberi nama Xpander AP4 Concept.

Menurut brand ambassador Mitsubishi Motors Rifat Sungkar, AP4 merupakan kelas mobil reli yang regulasinya mengharuskan menggunakan basis kendaraan harian yang diproduksi dan dijual secara massal di pasaran.

Xpander AP4 Concept menjadi konsep kendaraan reli AP4 dengan basis Mitsubishi Xpander yang didukung penuh oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). AP4 sendiri merupakan sebuah kelas yang dicanangkan oleh Motorsport New Zealand (MSNZ) dan Confederation of Australia Motorsport (CAMS) selaku induk olahraga otomotif di kedua negara tersebut pada tahun 2015.

Awalnya AP4 diciptakan untuk menjadi alternatif karena mobil reli berjenis R5 yang merupakan spesifikasi World Rally Championship (WRC) terlampau mahal. Dengan kata lain, konsep AP4 lebih menitikberatkan pada pengurangan biaya produksi menjadi lebih ekonomis bila dibandingakn mobil reli berspesifikasi tinggi.

“Dengan menggunakan konsep AP4 para pelaku industri reli dapat menekan biaya produksi berkali lipat lebih murah karena basis yang digunakan adalah mobil harian yang saat ini beredar di pasaran,” ungkap Rifat.

Ia menambahkan, yang membuat AP4 lebih tejangkau karena menggunakan mesin, gearbox, serta suspensi yang sama pada seluruh seluruh bodi mobil sehingga seluruh mobil AP4 dapat berbagi suku cadang antar sesama tim saat kompetisi reli berlangsung.

Proyek Xpander AP4 Concept hadir di IIMS 2019 terkait rencana Rifat Sungkar mengikutsertakan Mitsubishi Xpander untuk berlaga di kelas yang relatif baru ini. Hal senada diungkapkan Presiden Direktur MMKSI Naoya Nakamura. Ia menambahkan, bahwa Xpander AP4 Concept merupakan langkah untuk membuktikan bahwa XPANDER memiliki nilai yang lebih dari sekedar mobil MPV keluarga yang berfokus pada kekuatan, ketahanan, impresi berkendara yang fenomenal.

“Tidak hanya itu modifikasi yang dilakukan terhadap Xpander AP4 Concept diharapkan menjadi pemacu kalangan hobi motorsport dan modifikasi untuk melakukan personalisasi terhadap mobil Xpander yang dimilikinya hanya dengan upaya dan biaya minimal untuk mencapai hasil maksimal,” sambung Nakamura san.

Cocok untuk reli

Rifat mengungkapkan beberapa alasan dirinya memilih Xpander sebagai basis mobil reli AP4. Menurutnya, ketika melakukan uji coba pertama kali mobil ini di Jepang, kesannya setelah melewati 10 menit pertama ia merasakan karakter handingnya mirip Mitsubishi Evolution X, sedan yang biasa digunakan untuk reli. Rifat pun menjadi maklum setelah mengetahui kalau Xpander memang dibuat menggunakan filosofi Evolution.

“Dari situ saya langsung berpikiran, Ok, ‘someday i’ll do something‘ dengan mobil ini. Saat itu sekitar 2017 awal,” kenang Rifat. Ketika 2018 Rifat menjabat sebagai Ketua Komisi Reli Indonesia di IMI, ia mendengar kabar ada generasi baru mobil reli yang akan masuk ke kawasan Asia Pasifik, namanya AP4. Rifat pun berangkat ke New Zealand untuk mempelajari soal itu, “Karena saya sendiri ngga tau apa itu AP4,” akunya.

Akhirnya dapat informasi bahwa kelas AP4 memperbolehkan modifikasi mobil apapun selama dari basis mobil produksi menjadi mobil reli yang kompetitif. Namun ada satu aturan yang tidak boleh diganggu.

“Mobil bebas, mau itu mobil berpenggerak two-wheel, rear-wheel, front-wheel, maupun four-wheel, all-wheel (drive), tapi semua mobil akan memiliki suspensi yang sama, stroke suspensinya sama, penggeraknya sama,” jelas Rifat. “Sampai di sini Xpander masuk kriteria,” tambahnya.

Mistubishi Xpander dianggap masuk kriteria untuk ikut balap reli di kelas AP4..
Mistubishi Xpander dianggap masuk kriteria untuk ikut balap reli di kelas AP4..

Poin alasan lain yang makin memperkuat keyakinan Rifat untuk menjadikan Xpander sebagai mobil reli adalah ketika ia melakukan penimbangan berat kendaraan untuk menyesuaikan dengan regulasi, ternyata didapatkan bahwa distribusi bobot depan dan belakang kendaraan 7 penumpang ini hanya berselisih sangat tipis. Padahal keseimbangn distribusi bobot merupakan kunci penting untuk mendapatkan handling terbaik.

Untuk urusan mesin Rifat masih belum mau mengungkapkan karena keputusannya belum fix. Yang jelas menurut Rifat, ada tiga pilihan logis yang bisa digunakan nanti sesuai dengan regulasi mesin di AP4 yang menetapkan 1.600cc-1.800cc dan menggunakan turbocharger dan fourwheel drive.

Pilihan pertama menggunakan mesin asli 1.500cc yang dimodifikasi, menggunakan mesin mesin milik Eclipse Cross 1.500cc turbo, atau menggunakan mesin Evolution 2.000cc yang di-downgrade menjadi 1.600 cc. Seperti apa nanti tenaganya, menurut Rifat akan berada di atas mesin Evolution 2.000 cc berkat penggunaan teknologi mesin yang semakin canggih. Sebagai catatan, mesin Evolution X 2.000cc memiliki tenaga maksimal di kisaran 290 hp lebih.

Tidak bisa dimungkiri bahwa tampilan mobil-mobil reli pada umumnya keren-keren dan terlhat macho dan sangar. Pada desain mobil tertentu untuk membuatnya menjadi keren dibutuhkan upaya yang besar. “Sementara Mitsubishi Xpander dari tampilan dasarnya itu udah keren. Jadi tidak diperlukan banyak upaya untuk membuatnya menjadi lebih keren,” tutup Rifat. (Noer)

LEAVE A REPLY