Ini Testimoni Garden Speed Usai Tes DFSK Glory 560

0
68

TERKAIT dengan diperkenalkannya DFSK Glory 560 di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang ditargetkan untuk konsumen berjiwa muda, PT Sokonindo Automobile menggelar acara bedah teknologi yang dihadiri oleh jurnalis dan pengunjung IIMS 2019. Sebagai pembicara DFSK Indonesia menghadirkan Taqwa Suryoswasono dari Garden Speed Workshop sebagai pembicara.

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat melalui rekan-rekan media mengenai berbagai fitur yang ada di DFSK Glory 560,” ungkap Marketing General Manager of PT Sokonindo Automobile Permata Islam. Dengan kegiatan ini, sambung Permata, diharapkan para pengguna mampu memaksimalkan fitur-fitur yang ada untuk menambah kenyamanan dan keamanan perjalanan.

Sebagai ‘pemain baru’, kehadiran DFSK Glory 560 cukup royal memberikan fitur-fitur modern kepada penggunanya. Mulai dari Electric Parking Brake (EPB), rem cakram di keempat roda dengan Anti-Lock Braking System (ABS) yang ditunjang dengan Electronic Brake Distribution (EBD) untuk pengereman yang lebih stabil, dan Emergency Brake Assist (EBA) yang membantu saat rem mendadak.

Selain itu masih ditambah Hill Hold Control (HHC) yang memudahkan stop ‘n go di tanjakan, hingga Electronic Stability Control (ESP) dan Traction Control System (TCS) yang menjaga kestabilan mobil di jalan licin ketika menikung.

Taqwa Suryoswasono berkesempatan membagi pengalaman setelah beberapa hari mencoba mengendarai DFSK Glory 560. Ia berceritakan berbagai fitur yang ia rasakan saat mengendarai kendaraan bergenre SUV crossover tersebut. Di antara fitur yang menarik bagi Taqwa adalah penggunaan floating head unit layar sentuh berukuran 8 inci, berupa sistem hiburan yang sudah mengadopsi radio, bluetooth, music, pictures, video, mirroring smartphone, sampai GPS.

Cluster meter DFSK Glory 560 layaknya mobil eropa.
Cluster meter DFSK Glory 560 layaknya mobil eropa.

“GPS dan mirroring smartphone di floating head unit ini sangat berguna sekali selama perjalanan. Pengemudi tidak perlu repot-repot untuk memasang dan melihat GPS dari layar smartphone yang kecil, yang akhirnya malah bisa mengganggu konsentrasi mengemudi. Semua cukup terpusat di head unit, dan posisinya yang berada di atas dashboard semakin mempermudah pengemudi mengoperasikan serta melihat GPS selama perjalanan,” ungkap Taqwa.

DFSK Glory 560 menawarkan kabin yang lega dan mampu menampung tujuh orang dewasa dengan jok berbalut kulit berkualitas premium. Bahkan untuk jok baris ketiga masih cukup nyaman untuk penumpang dewasa dengan postur badan 175 cm, sehingga bisa bepergian bersama-sama dengan nyaman.

Bagian jok baris kedua dan ketiga bisa diatur secara fleksibel menghasilkan flat deck, sehingga memudahkan penumpang untuk menyusun barang bawaan. Tercatat konfigurasi DFSK Glory 560 dengan jok baris kedua dan ketiga direbahkan bisa menghasilkan bagasi dengan dimensi 1.810mm x 1.300mm x 760mm (PxLxT). Selain itu ada 29 kompartemen penyimpanan barang yang sangat membantu konsumen membawa barang bawaan.

Mesin Responsif

Salah satu kunci kenyamanan berkendara didapatkan berkat penggunaan suspensi model Five-link coil spring yang simpel, area tidak besar, dan dapat meredam guncangan dengan baik. Suspensi model ini banyak digunakan di mobil-mobil premium dan memberikan kestabilan di berbagai kontur jalan.

DFSK glory 560 mengusung mesin 1.500 cc berteknologi turbocharged bertenaga 150 PS pada 5.600 rpm dan torsi 230 Nm di rentang putaran 1.800-4.000 rpm. “Saya biasa bermain dengan dynotest dan melihat kurva tenaganya, kendaraan ini sangat cocok dipakai untuk penggunaan di dalam kota,” jelas Taqwa.

Putaran mesin yang performanya setara dengan mesin 2.000 cc non turbocharged ini kemudian disalurkan ke roda melalui transmisi CVT produksi Punch yang sudah berpengalaman memproduksi transmisi. Kombinasi transmisi CVT memberikan perpindahan yang halus sehingga lebih nyaman.

“Kombinasi mesin bertenaga dan CVT yang ada di DFSK Glory 560 memberikan sensasi berkendara yang menyenangkan dan responsif. DFSK Glory 560 bisa diandalkan untuk berbagai kondisi, mulai melintasi jalanan padat khas perkotaan yang membutuhkan respon yang cepat, ke jalanan bebas hambatan yang membutuhkan kecepatan yang tinggi, hingga mengatasi jalur yang menanjak dengan kekuatan mesin,” tutup Taqwa.(Noer)

LEAVE A REPLY