Tips Tetap Bugar Saat Berkendara Jarak Jauh

0
5

ASPEK kesehatan memiliki peran yang vital dalam menjaga keselamatan dan keamanan saat berkendara dan terhindar dari kecelakaan. Data Korlantas Polri menyebutkan bahwa rata-rata 1.000 kecelakaan terjadi setiap harinya.

Penyebab utama kecelakaan adalah faktor human error, biasanya faktor kelelahan fisik saat mengemudi yang berakibat berkurang konsentrasi terhadap kondisi jalan. Meski terkesan sepele namun mempersiapkan kesehatan fisik sebelum berkendara menjadi sangat penting untuk keselamatan berkendara. Berikut ini tips agar tubuh tetap bugar saat berkendara jauh:

Atur pola tidur 6-8 jam

Berkendara jarak jauh membutuhkan kondisi tubuh yang fit agar tidak mudah lelah. Kurangnya istirahat dapat mempengaruhi konsentrasi saat berkendara. Faktor ketidaksiapan fisik bisa menjadi salah satu penyebab kecelakaan.

Berkendara di malam hari juga butuh kesiapan fisik karena selain faktor lelah juga harus mewaspadai rasa kantuk terutama rasa kantuk berat yang menyebabkan ‘microsleep’. Microsleep paling sering terjadi saat bekendara jarak jauh.  Microsleep adalah kondisi dimana tubuh mengalami fase tidur dalam jangka waktu yang sangat pendek hanya dalam hitungan beberapa detik.

Meskipun hanya ‘sekejap’ dampaknya sangat membahayakan.
Sebagai gambaran, jika Anda sedang meluncur pada kecepatan 60 km/jam itu artinya dalam semenit Anda bergerak sejauh 1.000 meter atau 16,6 meter setiap detiknya. Jadi jika Anda tertidur dalam dua detik sepanjang 33,3 meter kendaraan meluncur tanpa kendali pada kecepatan 60 km/jam.

Perhatikan asupan makanan

Untuk berkendara jarak jauh sebaiknya pengemudi menyiapkan cemilan berupa buah, sayuran, atau jus. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan gas seperti nasi putih, pasta, sereal, dan roti. Kandungan karbohidrat yang tinggi adalah salah satu faktor pemicu rasa kantuk.
Makanan yang kaya akan serat sangat disarankan bagi pengemudi karena makanan ini tidak membuat ngantuk. Contohnya adalah makanan yang mengandung kacang-kacangan, gandum, dan susu.

Pola makan sehat membantu menjaga kebugaran saat berkendara jauh. (MI/Ramdani)
Pola makan sehat membantu menjaga kebugaran saat berkendara jauh. (MI/Ramdani)

Cegah dehidrasi

Siapkan air putih saat perjalanan agar tidak terjadi dehidrasi. Sebuah studi menyatakan pengemudi yang cukup terhidrasi akan lebih fokus dan lebih mahir dalam berkendara.
Hindari minuman berkafein (kopi, soda dan teh), minuman dengan kadar gula tinggi, dan minuman berenergi. Jangan mengonsumsi minuman beralkohol saat mengemudi. Efek alkohol pada otak dapat menyebabkan seseorang lebih sulit memperkirakan, lambat bereaksi dan mengalami penurunan kemampuan visual.

Bahkan mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh minuman keras masuk kategori tindakan kriminal. Karena selain membahayakan diri sendiri, dapat membahayakan nyawa pengguna jalan lain.

Tentukan waktu berkendara dengan tepat

Karena waktu berkendara dapat mempengaruhi tingkat kelelahan pengemudi, pengemudi perlu memilih waktu berkendara yang tepat. Ketika berkendara pada pagi hari, terkadang kita berada di posisi melawan sinar matahari dan sinar tersebut juga dapat mempercepat tingkat kelelahan kala berkendara.

Berkendara saat malam hari juga memiliki dampak pada kelelahan fisik, seperti akibat efek pencahayaan dari lampu jalanan ataupun lampu mobil dan juga dalam kondisi cuaca sedang hujan yang dapat mengakibatkan kondisi fisik jadi lebih tegang, sehingga tubuh semakin cepat lelah.

Atur posisi duduk

Posisi duduk yang nyaman saat berkendara adalah salah satu yang menjadi perhatian untuk mimimalisir tingkat kelelahan. Posisi duduk yang paling dikerekomendasikan yaitu posisi duduk yang baik adalah posisi tegak 90 derajat. Posisi duduk terlalu landai ke belakang membuat bagian leher dan bahu mengalami tekanan beban, karena area tersebut tidak tertopang oleh headrest.

Mengatur posisi duduk yang nyaman bisa mengurangi kepenatan saat berkendara jauh.
Mengatur posisi duduk yang nyaman bisa mengurangi kepenatan saat berkendara jauh.

Regangkan otot-otot

Dalam perjalanan jauh sebaiknya luangkan waktu untuk merenggangkan otot-otot terutama di bagian kaki, guna menghindari Deep Vein Thrombosis (DVT) yaitu penggumpalan darah pada kaki yang disebabkan terlalu lama duduk. Lakukan kegiatan peregangan otot sederhana di mobil, seperti membalikan badan ke kanan dan ke kiri, mengangkat kaki lalu memutar tumit dan menundukan kepala ke bawah dan keatas. Beberapa kegitan tersebut dapat membantu untuk memulihkan otot yang renggang akibat terlalu lama bekendara.

Hindari Stress

Bagi sebagian orang, mengemudi merupakan suatu kegiatan menyenangkan, namun ada juga yang tidak sependapat dengan hal itu. Sebaiknya rencanakan perjalanan lebih awal untuk menghindari jam-jam kemacetan di beberapa tempat tertentu. Anda juga bisa mendengarkan musik favorit untuk mengurangi tingkat stress dan kejenuhan dalam berkendara jarak jauh.(Noer)

LEAVE A REPLY