Ini yang Perlu Diperhatikan bagi Pengguna Skutik

0
48

DI Indonesia popularitas dan pertumbuhan sepeda motor skuter otomatik (skutik) terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif. Jenis sepeda motor yang awalnya diciptakan untuk kaum perempuan ini pun kini merajai jalanan.

Melihat fenomena ini, para produsen motor di tanah air berlomba-lomba menawarkan beragam produk mereka. Mulai yang kelas entry level hingga kelas maxi-scooter alias skuter ber-cc besar.

Sayangnya pesatnya populasi skutik tidak diimbangi dengan kesiapan masyarakat dalam mengenal teknologi kendaraan yang mengandalkan transmisi jenis continuously variable transmission (CVT). Kebiasaan ‘malas’ servis di bengkel resmi setelah masa garansi berakhir juga menjadi penyebab skutik berkesan kurang awet dibanding motor biasa.

Pada dasarnya perawatan dan perlakuan skutik tidak jauh berbeda dengan sepeda motor biasa. Misalnya dalam soal tata cara menghidupkan dan manaskan mesin. Bagi skutik yang masih memiliki kick starter sebaiknya sering-sering digunakan agar komponen ini tetap berfungsi maksimal.

Kick starter yang jarang digunakan memiliki kecenderungan bermasalah jika jarang digunakan. Semakin saering menggunakan kick starter juga membuat baterai (aki) kendaraan lebih awet.

Cara yang ideal sebelum menghidupkan mesin adalah dengan mengengkol kick starter beberapa kali dalam posisi kunci kontak off dengan tujuan agar pelumasan bersirkulasi dengan baik saat mesin dihidupkan.

Putar kunci ke posisi on dan tekan tombol starter. Setelah mesin hidup biarkan sedikitnya selama 30 detik untuk memberikan kesempatan mesin mendekati suhu ideal. Catatan: cara ini tidak berlaku bagi skutik tanpa kick starter. Namun tetap berikan kesempatan mesin untuk mencapai suhu ideal sebelum dijalankan.

Perhatikan Oli Transmisi

Mesin skutik cenderung memiliki karakter putaran yang lebih tinggi dan lebih panas dibandingkan dengan mesin sepeda motor biasa. Oleh karena itu penggantian oli harus diperhatikan dengan benar.

Gunakanlah pelumas khusus untuk skutik dan ganti secara teratur sesuai dengan buku pedoman (manual book). Selain oli mesin pengguna skutik juga harus rajin memperhatikan oli transmisi (gear box) sesuai dengan spesifikasi dan petunjuk. Bila ragu, gantilah oli gear box setidaknya setiap tiga kali ganti oli mesin.

Khusus untuk skutik yang sudah berteknologi injeksi sebaiknya jangan biarkan tangki bensin kurang dari 1/4. Hal ini untuk mencegah kotoran dalam tangki bahan bakar ikut terhisap dan menyumbat nosel injektor.

Bersihkan saringan bahan bakar secara rutin. Saringan (filter) bahan bakar umumnya berada di dalam tangki bahan bakar bersama pompa bahan bakar. Untuk mengetahuinya bisa melihat buku petunjuk kendaraan.

Secara teratur periksa kondisi CVT terutama kondisi sabuk (drive belt). Jika terdapat tanda-tanda keretakan pada drive belt, segera ganti jangan sampai komponen ini putus saat dikendarai.

Periksa CVT dan roller secara rutin, disamping ganti oli transmisi agar skutik tetep prima digunakan.
Periksa CVT dan roller secara rutin, disamping ganti oli transmisi agar skutik tetep prima digunakan.

Pasalnya ada beberapa kasus putusnya drive belt ini membuat roda belakang tiba-tiba tidak dapat berputar akibat drive belt yang mengganjal perputaran puli dalam transmisi CVT. Hal ini tentu sangat berbahaya saat kendaraan melaju kencang.

Selain memeriksa kondisi drive belt, jangan lupa juga memeriksa kondisi roller CVT di dalamnya. Jika kondisi permukaannya tidak lagi bundar maka segera ganti. Roller yang aus membuat kinerja transmisi CVT tidak optimal dan berujung pada performa yang melemah diikuti meningkatnya konsumsi bahan bakar alias boros.

Untuk membuat komponen CVT lebih awet sebaiknya hindari keseringan melakukan akselerasi dan deselerasi yang mendadak. Aksi seperti itu hanya membuat komponen CVT lebih keras bekerja.

Kondisi Aki

Berikutnya adalah memperhatikan kondisi aki. Sayangnya tidak ada patokan yang baku kapan komponen penyimpan setrum ini harus diganti. Biasanya kondisi aki yang soak baru diketahui ketika kendaraan sulit bahkan tidak mau dihidupkan dihidupkan menggunakan starter elektrik.

Masih beruntung jika skutik Anda masih dilengkapi kick starter. Jika tidak, maka tidak ada cara lain selain mengganti aki dengan yang baru. Repotnya lagi, usia pakai aki itu tidak bisa diprediksi. Bahkan aki bermerek terkadang tidak lebih baik usia pakainya dengan aki ‘biasa’.

Posisi aki skutik di dek bawah seringkali luput dari pengecekan rutin.
Posisi aki skutik di dek bawah seringkali luput dari pengecekan rutin.

Agar tetap nyaman dikendarai, perhatikan kondisi shock absorber baik depan maupun belakang. Segera perbaiki atau gantilah jika terindikasi ada kebocoran atau rembesan oli pada komponen ini. Khusus shock depan sebaiknya oli diganti sedikitnya setiap dua tahun.

Servislah di bengkel resmi setidaknya tiga bulan sekali untuk memeriksa kondisi kendaraan, terutama untuk mesin dengan sistem injeksi bahan bakar. Seperti ECU pada mobil, perangkat elektronik ini umumnya butuh penanganan khusus. Bengkel resmi memiliki peralatan khusus untuk mendiagnosa kondisi perangkat ECU beserta alat pendukungnya.

Gunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Jangan gunakan bahan bakar dengan kualitas di bawah standar yang ditentukan oleh pabrikan. Pasalnya mesin modern dirancang dengan presisi yang tinggi sehingga sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar.(Noer)

LEAVE A REPLY