Kenali Gejala Shock Absorber Motor Bermasalah

0
7

SETIAP kendaraan bermotor, tak terkecuali kendaraan roda dua, umumnya dilengkapi dengan suspensi baik di depan maupun belakang. Tanpa suspensi kendaraan tentu tidak akan enak dikendarai.

Suspensi yang bermasalah dapat membuat kendaraan tidak nyaman saat di jalan rusak, dan sulit dikendalikan saat kendaraan dipacu pada kecepatan tinggi. Untuk mendeteksi masalah pada suspensi sepeda motor cukup mudah.

Gejala yang timbul saat suspensi sepeda motor yang bermasalah bisa bermacam-macam dan berbeda antara suspensi bagian depan dan belakang. Untuk suspensi bagian depan justru lebih simpel.

Suspensi mempunyai dua komponen utama berupa pegas dan shock absorber. Pada suspensi depan sepeda motor kedua bagian ini dibuat menyatu dalam sepasang tabung.

Suspensi depan motor umumnya jarang ada masalah berat. Kalaupun ada masalah biasanya mudah dideteksi baik secara visual maupun dari rasanya saat sepeda motor dijalankan.

Shock absorber yang sangat baik biasanya mampu menahan gerakan memendek sehingga bodi motor akan 'jatuh' secara perlahan tanpa pantulan.
Shock absorber yang sangat baik biasanya mampu menahan gerakan memendek sehingga bodi motor akan ‘jatuh’ secara perlahan tanpa pantulan.

Segeralah ganti bagian karet seal jika terlihat ada bocoran oli, dan jangan lupa mengganti dan mengisi ulang oli shock depan setelah melakukan penggantian seal.

Gunakan oli khusus untuk shock absorber dan perhatikan volume pengisiannya. Jangan sampai kurang atau terlalu berlebihan. Oli yang kurang akan mengurangi kemampuan redaman sedangkan oli yang berlebihan membuat suspensi menjadi keras.

Perhatikan permukaan batang shock absorber apakah mulus atau terdapat baret-baret halus. Jika kedalaman baret cukup besar, maka penggantian seal akan sia-sia karena oli tetap akan merembes dari celah-celah pada baret tersebut. Untuk masalah yang satu ini tidak ada cara lain selain mengganti batang shock absorber dengan yang baru.

Waspadai bunyi-bunyian ketika melibas jalan rusak. Jika shock depan terdengar bunyi tumbukan berarti ada masalah. Gejala ini bisa ditemui jika oli kurang atau pegas yang sudah lemah. Untuk pegas yang lemah sebaiknya diganti baru.

Mendeteksi kerusakan shock belakang

Untuk mengetahui kerusakan shock belakang lebih mudah dalam kondisi boncengan dan melewati gundukan. Normalnya kendaraan setelah melewati gundukan hanya akan berayun sekali atau dua kali.

Saat roda jatuh dari gundukan maka bodi belakang motor akan menyusul di mana kondisi shock absorber akan bergerak memendek. Shock absorber yang sangat baik biasanya mampu menahan gerakan memendek sehingga bodi motor akan ‘jatuh’ secara perlahan tanpa pantulan.

Karakter shock absorber seperti itu biasanya dimiliki oleh versi kompetisi yang harganya lumayan mahal. Untuk kelas ‘bawaan pabrik’ umumnya masih menyisakan pantulan sekali atau dua kali (kecuali untuk sepeda motor kelas tertentu). Lebih dari itu berarti shock absorber sudah lemah redamannya.

Cara kedua adalah dengan menekan bagian belakang motor dengan cepat. Normalnya bodi motor akan kembali ke posisi semula dengan gerakan balik yang sedikit tertahan. Jika bodi motor kembali dengan cepat setelah ditekan berarti shock absorber sudah lemah.

Untuk mengetahui kerusakan shock belakang lebih mudah dalam kondisi boncengan dan melewati gundukan.
Untuk mengetahui kerusakan shock belakang lebih mudah dalam kondisi boncengan dan melewati gundukan.

Untuk shock absorber yang lemah bisa ada dua pilihan: rekondisi atau ganti dengan yang baru. Akan tetapi cara pertama (rekondisi) tidak dianjurkan kecuali ditangani oleh montir spesialis berpengalaman dan memiliki peralatan yang lengkap di bengkelnya, seperti mesin bubut, las listrik, mesin press, dan peralatan khusus, plus garansi yang memadai.

Mungkin bengkel-bengkel yang mangaku ahli servis shock absorber kelas pinggir jalan dengan peralatan seadanya bisa menangani untuk sementara waktu. Tapi umumnya tidak akan berumur panjang. (Noer)

LEAVE A REPLY