Menguji Hyundai Tucson di Perbukitan Gunung Purba

0
32

SEJAK pertama kali merasakan varian Tucson dari Hyundai pada 2011 silam, kami mengagumi performa mesin SUV buatan Korea Selatan ini. Dengan mesin bensin 4 silinder 2.0 liternya kendaraan berkapasitas 5 penumpang ini memiliki tenaga berlimpah yang membuatnya asyik dikendarai.

Tahun ini kami mendapat kesempatan lagi mencoba SUV tersebut, walaupun bukan yang terbaru, tepatnya keluaran 2017. Kali ini yang kami coba adalah varian bermesin diesel model XG. Lumayan sebagai bekal untuk membandingkan dengan model All New Tucson generasi terakhir yang rencananya juga akan kami coba di waktu mendatang.

Meskipun bukan keluaran baru, fiturnya cukup baik. Yang cukup menonjol adalah atap kaca panoramic sunroof-nya yang lebar hingga menjangkau bangku belakang. Fitur ini ternyata lumayan ampuh mengusir rasa jenuh si kecil saat melakukan perjalanan panjang dari Jakarta menuju kampung halaman di Klaten, Jawa Tengah.

Jangan bayangkan mesin diesel yang identik dengan sederet citra buruknya, mulai dari asap hitam dan bau khas ‘terminal bus’, tarikannya loyo, getaran serta suara yang kasar. Karena itu adalah kisah lama dalam kamus Hyundai Motor Company.

Performa Mesin

Mesin diesel CRDi (commonrail direct injection) yang diusung oleh SUV Korea ini punya tenaga yang cukup brutal untuk ukuran sebuah mesin diesel. Dengan kapasitas hanya 2.0 liter, mesin berteknologi variable geometry turbo plus intercooler ini sanggup mengekstrak tenaga maksimal dari tiap tetes Pertamina Dex hingga 178 PS di 4.000 rpm dengan kekuatan puntir 400 Nm antara 1.750-2.750 rpm.

Penyaluran putaran mesin ke roda depan diatur oleh transmisi otomatis 6-speed Shiftronic yang cukup efektif mentransfer tenaga secara halus. Tiga mode pengendaraan (eco-normal-sport) tersedia untuk menyesuaikan gaya berkendara pengemudinya.

Sepanjang menyusuri ruas Tol Trans Jawa yang mulus, kendaraan ini terasa ringan meluncur diantara kendaraan lain. Untuk sekadar mendahului satu, dua, bahkan lima kendaraan sekaligus bukanlah masalah serius. Pendek kata setiap pijakan pedal gas tak pernah menyisakan kekecewaan. Pilihannya hanya: Anda mau atau tidak?

Bodinya yang cukup lebar tidak jadi persoalan untuk diajak blusukan ke tempat sempit. Pasalnya mudah sekali pengemudi memprediksi jarak ujung-ujung kendaraan. Apalagi setelah ditambah fitur kamera yang bisa memantau 360 derajat (around view camera).

Uji Kemampuan

Karena Hyundai Tucson adalah sebuah Sport Utility Vehicle (SUV), ajaib rasanya kalau tidak diuji di medan yang lebih menantang. Oleh karena itu kendaraan sengaja di bawa ke kawasan wisata di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, yang terletak di deretan Pegunungan Baturagung.

Gunung Api Purba Nglanggeran dengan ketinggian 700 mdpl itu pernah berstatus aktif sekitar 60-70 juta tahun silam. Memasuki kawasan ini aura mistis langsung terasa memicu kami untuk menjaga sikap.

Dengan mesin diesel 2.0 L erteknologi variable geometry turbo plus intercooler ini sanggup mengekstrak tenaga maksimal untuk melibas tanjakan curam. (MI/Cadie)
Dengan mesin diesel 2.0 L erteknologi variable geometry turbo plus intercooler ini sanggup mengekstrak tenaga maksimal untuk melibas tanjakan curam. (MI/Cadie)

Kami mengambil rute dari Desa Ngandong, Gantiwarno, Klaten, Ngoreyan melewati Serut (Yogya) lalu Dusun Wangon dan melintasi Dusun Terbah dan Patuk. Kondisi jalan di kawasan itu sangat sempit dan berliku.

Belum lagi kemiringan tanjakan dan turunannya lumayan curam. Bahkan kami sempat menemui tikungan ‘tusuk konde’ dengan tanjakan terjal berkemiringan hingga lebih dari 22 derajat. Rintangan itu menjadi kurang berarti saat menggunakan SUV berkapasitas bagasi 519 liter tersebut.

Selain torsinya yang besar, kemampuan remnya pun mampu menepis keraguan saat kendaraan diajak meliuk-liuk cepat mengikuti kontur dan kelokan jalan di kawasan pegunungan yang cenderung sepi itu. Respons setirnya juga mendukung kelincahan kendaraan.

Usai menikmati kemampuan mobil dan menikmati pemandangan alam di kawasan wisata tersebut, kami kembali menyusuri rute semula yang saat itu mulai gelap dan sepi menjelang malam. Suasana penuh aura mistis membuat kami memacu kendaraan lebih cepat untuk segera tiba di tujuan. (Noer)

LEAVE A REPLY