Bedah Teknologi BBM Shell Dynaflex

0
31
Shell Global Fuel Scientist Dr Andreas Schaefer sedang menjelaskan teknologi bahan bakar minyak yang efisien,ramah lingkungan bagi mesin mobil. (MI/Cadie)
BERTAJUK ‘Kinerja Bahan Bakar dalam Menghasilkan Pembakaran Terbaik bagi Mesin Kendaraan’ PT Shell Indonesia menggelar sebuah workshop  Shell Fuel Academy yang ditujukan kepada wartawan otomotif di SATOO restaurant Shangri-La Hotel, Rabu (26/6). Sebagai pembicara utama hadir Shell Global Fuel Scientist Dr Andreas Schaefer.
Dalam workshop tersebut ahli bahan bakar yang didatangkan dari pusat penelitian Shell di Shanghai ini memaparkan mulai dari sejarah bahan bakar dan permesinan hingga kelebihan teknologi bahan bakar terbaru Dynaflex yang hanya dimiliki oleh Shell.
Menurut Andreas, teknologi mesin saat mengalami evolusi yang sangat cepat. Demi efisiensi dan emisi gas buang, kapasitas mesin dituntut semakin kecil, sementara performa mesin dituntut menghasilkan horse power yang tinggi. Alhasil mesin-mesin modern memiliki kerja yang lebih berat.
Kondisi itu cenderung membuat mesin menjadi rentan terhadap deposit dan gesekan yang mengakibatkan performa cepat menurun akibat terganggunya kinerja komponen mesin dan sistem bahan bakar. Umumnya akibat bertumpuknya endapan di saluran dan katup intake serta nosel injeksi bahan bakar.
Kalau deposit tersebut sudah menumpuk maka akan sulit dibersihkan. Caranya dengan membongkar mesin atau dengan penggunaan bahan-bahan kimia yang membutuhkan biaya tinggi.
Hal inilah yang selama puluhan tahun diteliti oleh para ahli bahan bakar di Shell untuk menemukan formula yang mampu meminimalisasi terbentuknya endapan sekaligus membersihkan endapan di dalam mesin. Teknologi bahan bakar baru tersebut diberi nama Dynaflex yang menurut Andreas memiliki tiga manfaat utama.
Yang pertama adalah membersihkan mesin. Bahan bakar berteknologi Dynaflex dilengkapi dengan zat pembersih yang lebih banyak sehingga lebih cepat membersihkan sekaligus mencegah terbentuknya deposit. “Teknologi Dynaflex pada Shell V-Power memiliki kandungan zat pembersih (boosted cleaning power) tiga kali lebih banyak,” klaim Andreas.
“Dampaknya mampu membantu meningkatkan kebersihan mesin hingga 80% mulai dari pengisian pertama,” sambungnya.
Selain membersihkan mesin, lanjut Andreas, Teknologi Dynaflex memiliki manfaat kedua yaitu mengurangi gesekan yang terjadi pada komponen utama mesin yaitu, bagian piston. Hal ini dicapai berkat penambahan zat friction modifier khusus yang diberi nama friction-reducing molecule.
Berkurangnya gesekan membuat berkurangnya panas mesin yang tidak dibutuhkan sehingga komponen mesin bergerak lebih fleksibel. Alhasil mesin mampu bekerja mencapai titik optimalnya sehingga mesin bekerja lebih efisien. Pada Shell V-Power kandungan friction-reducing molecule dibuat tiga kali lebih banyak sesuai dengan kebutuhan mesin-mesin yang membutuhkan oktan tinggi.
Manfaat ketiga adalah efisiensi mesin. Semua bahan bakar Shell (Shell Super, Shell Regular dan Shell V-Power) mengandung Teknologi Dynaflex yang baru untuk membantu efisiensi mesin. Kebersihan mesin yang terjaga, performa yang optimal tentu membuat mesin lebih awet sehingga lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dan perawatan kendaraan. (Noer)

LEAVE A REPLY