Ada Outlander PHEV dan Eclipse Cross di GIIAS 2019

0
12

JELANG  digelarnya Gaikindo Indonesia Internasional Motor Show (GIIAS) 2019 pekan depan, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memperkenalkan dua SUV jagoan baru yang akan diluncurkan di pameran akbar otomotif tersebut. Dua model SUV Mitsubishi ini bernama Eclipse Cross dan Outlander PHEV.

Mitsubishi Eclipse Cross diperkenalkan pertama kali secara global di Geneva Motor Show, Maret 2017 lalu dan akan dipasarkan di Indonesia, September 2019. Nama Eclipse berasal dari model coupe khusus MMC yang dijual di AS mulai tahun 1989. Salah satu varian atap terbuka kian populer saat menjadi salah satu kendaraan hebat di film Fast and Furious, sedangkan Cross merupakan kependekan dari crossover.

Eclipse Cross mengusung konsep ‘Built to Impress‘, dan dirancang untuk mereka yang dinamis dan progresif. Ciri khas desain khas Mitsubishi bernama Dynamic Shield yang juga terlihat di wajah depan Xpander dan New Triton.

Yang cukup menawan dari keseluruhan desainnya adalah bagian buritan. Kaca belakang yang melandai diapit sepasang lampu kombinasi yang sedikit menjulang, tersambung dengan mika berwarna merah sehingga membentuk sayap di ujung atas ekor belakang.

Desain belakang Eclipse Cross cukup menggoda dan menarik perhatian. (Dok MMKSI)
Desain belakang Eclipse Cross cukup menggoda dan menarik perhatian. (Dok MMKSI)

Tidak hanya itu saja, kendaraan yang bukan ditargetkan untuk orang kebanyakan ini juga dilengkapi pesona lainnya berupa Power Panoramic Sunroof dengan double sunroof yang dapat terbuka dan memberikan kabin berkesan menjadi lebih luas. Aura mewah dibenamkan ke dalam kabin melalui kehadiran pelapis jok kulit hitam.

Performa Eclipse Cross ditopang oleh mesin 1.5 liter turbo berteknologi direct fuel injection, integrated exhaust manifold cylinder head, sodium-filled exhaust valve, dan MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system). Mesin ini juga dikombinasi transmisi CVT INVECS-III yang mendukung performa sekaligus efisien dalam mengonsumsi bahan bakar.

Kendaraan yang diposisikan diantara Outlander Sport dan Pajero Sport ini juga sangat aman. Selain 7 SRS Airbags, terdapat fitur Forward Collision Mitigation System (FCM) mampu mendeteksi kendaraan lain serta pejalan kaki melalui kamera dan radar laser untuk mencegah tabrakan.

Dengan tambahan berbagai fitur keamanan lainnya, Eclipse Cross berhasil meraih skor Keamanan bintang lima dari ASEAN NCAP (New Car Assessment Program)pada 2018.

Fitur canggih lainnya berupa Head Up Display yang menampilkan berbagai informasi utama di atas Multi Information Display pada kemudi agar mudah untuk dilihat. SUV ini juga dilengkapi dengan fitur Touchpad Controller di samping tuas transmisi untuk mengatur Smartphone-Link Display Audio.

Outlander PHEV

Model berikutnya adalah Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). MMKSI meluncurkan mobil ini di tanah air demi mendukung dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik dengan produk kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan ini akan dilego dengan harga antara 1,2-1,3 miliar rupiah.

“Indonesia merupakan pasar otomotif yang sangat potensial, namun Mitsubishi Motors melihatnya lebih dari itu. Kami tidak ingin hanya membawa produk kami saja namun kami ingin berkomitmen dan berkontribusi lebih, dengan menghadirkan teknologi terdepan yang kami sematkan pada produk kami untuk menunjang mobilitas masyarakat Indonesia dan meningkat kualitas hidup dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar Presiden Direktur MMKSI Naoya Nakamura.

Outlander PHEV pernah meraih predikat mobil listrik terlaris. (DOK MMKSI)
Outlander PHEV pernah meraih predikat mobil listrik terlaris. (DOK MMKSI)

Kendaraan yang debut global sejak 2013 dan telah dipasarkan di lebih dari 50 negara di dunia ini merupakan perpaduan mesin gasoline 2,4 L, dua motor listrik dan baterai. Outlander PHEV memiliki tiga mode: EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode.

Pada mode EV Drive, motor listrik menjalankan kendaraan dibantu baterai sehingga tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang membuat kendaraan menjadi senyap, bersih dan bertenaga.

Pada series hybrid mesin bensinnya akan menghasilkan listrik jika baterai lemah dan menambah tenaga saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau menanjak. Sedangkan Parallel Hybrid Mode, mesin bensin menjalankan kendaraan dengan bantuan motor listrik saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga (saat kecepatan tinggi atau saat efisiensi mesin tinggi).

Dengan instalasi khusus, kendaraan ini dapat diisi ulang dengan tenaga listrik di rumah. Kendaraan ini juga dapat menjadi sebuah generator yang menjadi sumber tenaga listrik rumah tangga jika dilengkapi dengan perangkat pendukung.

Kemampuan jelajah di berbagai medan Outlander PHEV disokong oleh sistem Super All Wheel Control (S-AWC) yang merupakan sistem kendali terintegrasi dari Mitsubishi Motors.

Outlander PHEV mengimplementasikan bodi kendaraan Reinforced Impact Safety Evolution (RISE) dan Advanced driver-assistant system (ADAS) dari Mitsubishi Motors yang terdiri tujuh SRS airbag, ASC (Active Stability Control), FCM dan BSW (Blind Spot Warning)

Dengan penjualan global lebih dari 200.000 unit, Outlander PHEV dinobatkan sebagai World Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle serta Europe’s Best-Selling Plug-in Hybrid vehicle secara berturut-turut 2015-2018.

Ketahanan bodi Outlander PHEV sudah terbukti dengan diraihnya skor keamanan bintang lima dari ASEAN NCAP. Outlander PHEV ini menjadi produk PHEV pertama yang diuji dan mendapatkan hasil yang sangat baik.(Noer)

LEAVE A REPLY