DFSK Perkenalkan Mobil Listrik Glory E3

0
3
Glory E3 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan kekuatan setara 163 PS dengan torsi maksimal sebesar 300 Nm. (MI/Cadie)
MENYAMBUT dimulainya era kendaraan listrik di Indonesia dijawab dengan spontan oleh DFSK dengan memperkenalkan Glory E3 di ajang Gaikindo IndonesiaInternational Auto Show (GIIAS) 2019.
Glory E3 merupakan kendaraan listrik siap produksi massal alias bukan sekadar mobil konsep. Kehadiran kendaraan ini menunjukkan kesiapan dan komitmen perusahaan dalam menyambut era kendaraan listrik di Indonesia.
Menurut Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang mennegaskan bahwa kendaraan ini dibuat dengan teknologi terkini. “DFSK mengembangkan kendaraan ini dengan memanfaatkan fasilitas riset dan pengembangan di Silicon Valley, Amerika Serikat, yang memang serius untuk melakukan penelitian serta pengembangan kendaraan di masa depan sejak 2006,” ujar Frans.
Mobil yang debut pedana di Shanghai Auto Show 2018 ini berdimensi 4.385mm x 1.850mm x 1.647mm (PxLxT) dan memiliki wheelbase 2.655mm. Hadir dengan chrome grille dengan tiga garis trim horizontal yang menjadi ciri khas SUV DFSK.
Kendaraan dengan roda berukuran 18 inci ini dilengkapi motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan kekuatan setara 163 PS dengan torsi maksimal sebesar 300 Nm.
Berbekal baterai 52,56 kWh DFSK mengklaim Glory E3 mampu menjelajah sekurangnya 405 km dengan kondisi baterai penuh tergantung mode pengendaraan (Eco/Normal/Sport). Untuk mengisi kembali baterainya hingga mencapai 80% hanya butuh waktu 30 menit menggunakan teknologi fast charging.
Glory E3 memiliki 6 airbags di dalam kabinnya dan terdapat sederet fitur terkini, seperti Lane Departure Warning, Hill Descent Control, Hill Start Assist serta Forward Collison Warning, termasuk dalam urusan konektivitas.
Glory E3 mampu menjelajah sekurangnya 405 km dengan kondisi baterai penuh tergantung mode pengendaraan (Eco/Normal/Sport.(MI/Cadie)
Glory E3 mampu menjelajah sekurangnya 405 km dengan kondisi baterai penuh tergantung mode pengendaraan (Eco/Normal/Sport.(MI/Cadie)
Menggunakan operating system generasi baru DFSK Lin OS 4.0, memberikan kemudahan akses menjalankan berbagai fungsi kendaraan. Salah satunya fitur ‘i-talk’ untuk menjalankan program-program melalui perintah suara. Sistem ini ditunjang dengan floating HD display screen ukuran 10,25 inci.
Sejak awal membangun fasilitas produksi kendaraan di Indonesia DFSK telah mengantisipasi tren kendaraan listrik. Dengan modal investasi US$150 juta DFSK membangun pabrik berbasis teknologi 4.0 berkapassitas produksi 150.000 unit/tahun di Cikande, Banten.
Pabrik ini dibekali teknologi canggih yang mampu memproduksi kendaraan dengan kualitas tinggi termasuk kendaraan listrik. Menurut Fans Wang, persiapan perlu dilakukan sejak dini mengingat DFSK Glory E3 akan dipasarkan secara global, termasuk di kawasan ASEAN.
“Indonesia berpeluang menjadi basis produksi untuk pasar ASEAN mengingat fasilitas produksi di Indonesia sangat memungkinkan dan mendukung. Mengenai harga, kita masih melakukan riset pasar untuk harga DFSK Glory E3. Nanti akan kita umumkan lebih lanjut lagi,” tutup Franz. (Noer)

LEAVE A REPLY