Si Pahut ‘Anak Kampung’ Juara FFA

Si Pahut dilahirkan di Pekanbaru dari tangan-tangan terampil builder yang meracik Motor Norton Commando 850cc tahun 1973.

2
7

TANPA bermaksud membanding-bandingkan, kepiawaian para builder custom di luar Pulau Jawa seringkali tak kalah dengan mereka yang berada di kota-kota besar Pulau Jawa. Malah tidak jarang builder asal daerah justru meraih predikat juara, bahkan di kelas-kelas bergengsi sebuah ajang kontes custom.

Itu menandakan kalau bicara karya, tak hanya melulu dimonopoli oleh kota-kota besar, terutama di Pulau Jawa, yang notabene memiliki sarana prasarana pendukung lebih lengkap dan lebih mudah didapatkan.

Sebut saja Geges Garage, sebuah keluarga kecil custom dari salah satu wilayah di Kota Pekanbaru. Keluarga kecil custom ini mencoba mengadu peruntungan seputar mutu karya, dengan membawa besutan terbaru mereka ‘si Pahut’.

Si Pahut, entah kenapa mereka menamakannya seperti itu, tampil dalam ajang bergengsi nasional dan dunia, Kustomfest Jogja, pada Oktober 2019 lalu. Ternyata, Dewi Fortuna menemani ‘si Pahut’ selama di sana.

Sebab, di antara karya-karya berkualitas lain, si Pahut mampu membuat juri terpukau. Ia berhasil meraih juara pertama motor custom di kelas free for all (FFA), kelas utama pada sebuah ajang kontes custom.

Pengerjaan rapi memperhatikan detailing dengan seksama. (Dok. Kustomfest Jogja)
Pengerjaan rapi memperhatikan detailing dengan seksama. (Dok. Kustomfest Jogja)
Rantai dibuat tiga baris menempel memperkokoh penampilan. (Dok. Kustomfest Jogja)
Rantai dibuat tiga baris menempel memperkokoh penampilan. (Dok. Kustomfest Jogja)

 
Metal kuningan
Motor Norton Commando 850cc tahun 1973 yang diberi nama si Pahut dilahirkan di Pekanbaru, melalui tangan-tangan terampil builder di sana yang berhasil merubah stigma selama ini.

Yup, stigma kalau dunia custom Indonesia umumnya dikuasai teman-teman pelaku custom di daerah Jawa. “Kemenangan ini memberi harapan bagi semua pelaku custom di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera, kalau stigma tadi tidak benar,” ujar Ronny Lesmana Sinaga, kepala keluarga Geges Garage.

Menjadikan motor Norton sebagai pilihan custom sebenarnya merupakan sebuah pemikiran matang. Selain nama besar di dunia roda dua, Norton sebagai produk asal Inggris jumlahnya di Indonesia tidaklah banyak. Sehingga menjadikannya punya kelas tersendiri.

Si Pahut yang tanpa kelir ini pun sebenarnya merupakan karya yang jika dilihat saat ini sangatlah mengikuti perkembangan tren custom dunia karena menggunakan sentuhan metal berbahan kuningan.

Pilihan warna ini sekaligus sebagai pengingat kita semua, kalau bangsa Indonesia bukan sekadar jadi pengikut tren. Sudah sejak zaman kerajaan dahulu, bangsa Indonesia ialah pengrajin metal yang handal, khususnya logam kuningan. (S-5)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY