Kawasaki W175TR, Scrambler atau Tracker?

Para penggede KMI mengatakan gaya khas W175TR bertipe street scrambler mengusung tangki kapasitas bensin 7,5 liter nan ramping.

1
31

BELUM lama menggelontorkan W800 ke atas aspal Indonesia, Kawasaki kembali merilis varian terbaru yang juga melengkapi versi W175 dan W175 Cafe.

Ya, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menghadirkan W175TR world premier, pertama di dunia. Secara resmi diperkenalkan di hadapan media, di kantor Marketing & Sales PT KMI, Jl. Abdul Muis, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

Memang tak dinyana, penyuka Kawasaki W175 rupanya tergolong tinggi. Animo masyarakat terhadap varian yang satu ini lumayan signifikan.

“Peminat W175 makin banyak, karenanya kami hadirkan W175TR nuansa scrambler, sekaligus memberikan penyegaran kepada varian W175,” kata Head Sales & Promotion KMI Michael C Tanadhi.

KMI pun pede W175TR yang merupakan variasi ketiga, dan kini bergabung dalam keluarga retro W175, dapat diterima dengan baik oleh publik.

Para penggede KMI mengatakan gaya khas W175TR bertipe street scrambler mengusung tangki kapasitas bensin 7,5 liter nan ramping.

Knalpot upswept, suspensi memanjang, dan ban dengan pola tapak multipurpose-style memberi sensasi offroad motor berbobot 121 Kg, lebih ringan sekitar 5 Kg dari model W175 ini.

Adapun karakter handling utama tak berubah, posisi stang sedikit lebih tinggi, memudahkan manuver, bikin penunggang W175TR easy ride di dalam kota.

Kawasaki W175TR diakui lebih mengusung gaya scrambler offroad. (Dok. Alun)
Kawasaki W175TR diakui lebih mengusung gaya scrambler offroad. (Dok. Alun)
Kawasaki W175TR Special Edition kuat nuansa retro. (Dok. Alun)
Kawasaki W175TR Special Edition kuat nuansa retro. (Dok. Alun)

Mirip tracker
Ada anggapan, Kawasaki W175TR lebih mirip tracker dibanding scrambler. Karena posisi setang lebih di atas, dan suspensi depan jangkung khas tracker. Walaupun masih bisa diperdebatkan.

Kenyataannya, handlebar berposisi tegak, membuat tangan pengendara lebih tinggi 30mm dari pada standar.

Jok depan W175TR diperbarui dari model sebelumnya, tambah klik dengan lekukan tangki. Jok belakang sedikit meninggi, bikin nyaman boncenger, serta perkuat imej scrambler.

Pembaruan knalpot fokus ke kinerja mesin di kisaran menengah ke bawah. Knalpot W175TR menggunakan megaphone-type, cocok dengan gaya scrambler, sangat pas untuk city riding.

Beda dengan W175 yang menggunakan knalpot peashooter-style tuning. Suara knalpot W175TR memberikan nada knalpot yang lebih kuat saat berakselerasi.

Fork depan dan shock belakang W175TR lebih panjang dari pada W175. Forknya lebih panjang 35mm dan shock-nya lebih panjang 27mm.

Adapun suspension stroke masih sama, sehingga menambah sasis menjadi sekitar 30mm, berkontribusi pada scrambler styling.

Meski fender depan pada W175 mencengkram roda depan, posisi tinggi pada fender depan W175TR menambah kesan offroad.

Cover samping bertekstur tebasan setengah yang stylish. Instrumentasi simple kini semakin bergaya retro.

Headlamps ditambah cincin, diposisikan lebih ke atas bersamaan dengan instrumentasi. Posisi plat kini lebih atraktif berada di antara headlamps dan fender depan.

Kawasaki W175TR hadir dalam tipe standard dan Special Edition (SE). Warna dan grafis orisinil dengan motif scrambler era 80 an.

Tipe standar tersedia warna Bright White (putih). Tipe SE tersedia warna Ebony (hitam), Solar Yellow (kuning), dan Urban Olive Green (hijau). W175TR standar dibanderol Rp29.900.000, sementara SE Rp32.300.000. (S-5)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY