Kutu dan Ojol Berbagi Ilmu Tentang Bahaya Ponsel Saat Berkendara

Pengendara ojek online (ojol) merupakan komunitas yang sangat erat berinteraksi dengan ponsel. Tak jarang, pengemudi ojol sedang sibuk dengan ponselnya untuk mencari pelanggan.

2
23

TELEPON seluler (ponsel) bisa menjadi kawan, bisa juga sebagai lawan. Ya, menjadi kawan ketika kita butuh untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sebagai lawan, ketika kita menggunakan ponsel di saat yang tidak tepat. Misalnya ketika sedang berkendara.

Pengendara ojek online (ojol) merupakan komunitas yang sangat erat berinteraksi dengan ponsel. Tak jarang kita menemukan pengemudi ojol sedang sibuk dengan ponselnya untuk mencari pelanggan. Repotnya, kerapkali mereka menggunakan ponsel di saat sedang berkendara di jalan raya.

Hal tersebut tentu membahayakan, baik bagi si pengemudi itu sendiri, maupun bagi pengguna jalan lain. Terkait hal itu, Kutu Community, komunitas pengguna skuter Vespa dan Piaggio, menutup 2019 dengan satu kegiatan positif. Yaitu, kampanye bahaya ponsel saat berkendara kepada pengemudi Ojol di salah satu markas Ojol di Saung Liong, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini menjadi salah satu misi Kutu Community yang didirikan pada 2014. Antara lain terus menggaungkan keselamatan berkendara di jalan raya. Apalagi melihat makin maraknya penggunaan ponsel saat sedang berkendara di jalanan. Tema kampanye yang mereka lakukan pun cukup serius, Ponsel + Naik Motor = MAUT.

“Fakta di lapangan masih banyak ditemui pengendara motor, terutama pengemudi Ojol yang menjadikan penggunaan ponsel sebagai sebuah kebiasaan ketika sedang mengendarai tunggangannya,” ujar Sekjen Kutu Community Yuri Rahardan.

Menurutnya, kebiasan buruk ini jadi salah satu penyumbang terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang berefek domino. “Artinya efek tersebut akan merugikan pengemudi Ojol itu sendiri, penumpang, bahkan pengguna jalan lain,” kata Yuri.

Imbauan untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara ini mendapat respons positif. “Kami sambut baik sosialisasi ini. Sangat positif, dan makin menambah pengetahuan serta pemahaman kami atas bahaya dan dampak akibat penggunaan ponsel saat berkendara,” ujar Bery, Ketua Ojol Liong Depok.

Usai kegiatan, para pengemudi Ojol diberikan pin dan stiker komitmen keselamatan, yang ditempelkan di sepeda motor masing-masing. Sebagai tanda mereka takkan lagi menggunakan ponsel saat berkendara. Melainkan mencari dahulu tempat aman untuk parkir, setelah itu baru berponsel ria. Siplah. (S-5)

2 COMMENTS

  1. I do trust all the ideas you have offered for your post. They’re very convincing and will certainly work. Still, the posts are too brief for beginners. May just you please extend them a little from next time? Thank you for the post.

LEAVE A REPLY